Prancis, PANGKEP NEWS
Kadin Indonesia mempererat hubungan kerjasama dengan pengusaha Prancis melalui Kadin Prancis Medef, atau yang dikenal dengan The Mouvement des entreprises de France. Inisiatif ini berlangsung bersamaan dengan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada awal minggu ini, di tengah persiapan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan Uni Eropa yang direncanakan pada bulan September.
Ketua Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa Kadin memiliki 81 komite bilateral, salah satunya adalah dengan Prancis yang dinilai sebagai salah satu yang paling aktif.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kadin dalam melaksanakan MOU yang telah disepakati pada bulan April antara kedua negara. Sebelumnya, saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dua bulan lalu, disepakati 26 kerjasama dengan total nilai mencapai US$ 11 miliar atau setara Rp 179 triliun.
Menurut Anindya, waktu ini sangat tepat untuk mengimplementasikan MOU tersebut. Dalam pertemuannya dengan mitra bisnis di Paris, ia menekankan bahwa bisnis dapat segera memulai aktivitasnya sebelum perjanjian FTA resmi ditandatangani dan diratifikasi dalam waktu satu tahun.
Ia juga menambahkan bahwa perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia mencapai US$ 30 miliar, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang mencapai US$ 40 miliar. Hal ini membuka peluang pasar baru atau alternatif bagi Indonesia, terutama dengan komoditas seperti alas kaki, tekstil, elektronik, karet, dan minyak sawit yang diekspor ke Eropa mirip dengan yang dikirim ke Amerika Serikat.
Anindya juga menyatakan bahwa pasar ini sangat menarik bagi Indonesia, terutama untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja. Kadin tidak hanya fokus pada pembicaraan MOU, tetapi juga pada pelaksanaan dan implementasinya, dengan melibatkan Kadin provinsi untuk berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan di Prancis.