BRI Salurkan Kredit Rp700 Miliar ke PELNI untuk Penguatan Ekosistem Maritim
Jakarta, PANGKEP NEWS – BRI telah menyalurkan fasilitas kredit kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (PELNI) dan menjalin kerja sama terkait fasilitas Notional Pooling dengan anak usaha PELNI. Dalam kolaborasi ini, PELNI mendapatkan fasilitas Cash Loan dan Non-Cash Loan (NCL) senilai Rp700 miliar serta fasilitas Forex Line sebesar USD 1,5 juta dari BRI.
Fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan PELNI dalam menyediakan layanan transportasi laut yang ekonomis dan dapat diakses oleh semua golongan masyarakat. Dengan NCL, PELNI dapat menerbitkan berbagai instrumen jaminan seperti Bank Garansi, Letter of Credit (L/C), dan Standby L/C (SBLC) yang diperlukan dalam pembelian suku cadang dan pemeliharaan kapal, sebagai bagian dari operasional perusahaan untuk memastikan armada dalam kondisi baik dan aman.
Selain itu, fasilitas Forex Line memberikan fleksibilitas kepada PELNI dalam melakukan transaksi valuta asing untuk pembelian suku cadang kapal dari luar negeri. Pengadaan dan pemeliharaan suku cadang kapal adalah bagian dari kegiatan operasional perusahaan untuk memastikan armada tetap dalam kondisi optimal.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa BRI sebagai bank nasional berkomitmen untuk mendukung BUMN dalam menjalankan mandat strategisnya dan siap menjadi mitra PT PELNI dalam menyediakan solusi keuangan.
“Kepercayaan tersebut akan terus kami pertahankan dengan prinsip kehati-hatian, layanan unggulan, dan solusi inovatif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/5/2025).
BRI juga menawarkan fasilitas Notional Pooling, yaitu layanan Cash Management yang memberikan mekanisme konsolidasi posisi saldo Rekening Peserta Pooling untuk optimalisasi pengelolaan dana. Layanan ini dinilai mampu menjadi solusi bagi PELNI dan anak usahanya yang memerlukan dana jangka pendek dengan dana idle tanpa perpindahan dana antar rekening.
Notional Pooling BRI memiliki beberapa keunggulan, seperti memudahkan pengelolaan dan pemantauan rekening perusahaan dengan transaksi real time online 24 jam dan mudah dioperasikan dengan teknologi terkini.
“Harapannya, kerja sama ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan pengelolaan dana perusahaan serta meningkatkan sinergi, tidak hanya di dalam Grup PELNI tetapi juga sinergi antar BUMN. Semoga kemitraan ini memberikan manfaat, tidak hanya bagi BRI dan PT PELNI, tetapi juga bagi masyarakat dan kemajuan negara,” jelas Hendy.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayat, menyatakan bahwa PELNI sebagai satu-satunya perusahaan pelayaran BUMN memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan negara dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional. Kolaborasi ini tidak hanya sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga mencerminkan semangat sinergi antar-BUMN.
Ia menambahkan bahwa fasilitas pinjaman dari BRI akan memperkuat kemampuan PELNI dalam menyediakan layanan transportasi laut dan membantu pengembangan bisnis perusahaan.
“Selama dua tahun berturut-turut, kami mendapatkan rating Triple A dari FITCH, yang menunjukkan bahwa kesehatan keuangan kami baik. Ini berarti pinjaman tersebut juga dapat digunakan untuk rencana investasi kami di kapal-kapal komersial,” ungkapnya.
Sebagai informasi, penandatanganan perjanjian ini dilaksanakan di BRILian Centre Jakarta pada Senin (19/5) dan dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Group Head of Infrastructure, Transportation, Oil & Gas Group BRI Yodi Herzaman, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayat, Direktur Utama Pelni Logistics Edward Tobing, serta Direktur Utama Pelni Services Sukendra.