Apakah Penting Berteman dengan Rekan Kerja? Temukan Golongan Anda!
Jakarta, PANGKEP NEWS – Hubungan antar individu di lingkungan kerja terkadang menjadi topik yang dipertimbangkan atau dianggap penting oleh banyak orang.
Stephen Friedman, seorang Dosen Tamu di York University, mengungkapkan bahwa pada masa mudanya, dia merasa pertemanan di kantor tidak terlalu esensial. Namun, pandangannya berubah seiring bertambahnya usia, terutama setelah berkarier sebagai profesor dan pengajar. Dengan meningkatnya pengalaman, dia menyadari bahwa membangun relasi di tempat kerja menjadi cukup signifikan.
Dalam sebuah tulisan bertajuk, “Perlukah kita berteman dengan kolega di kantor? Ini kata riset“, yang diterbitkan pada 4 Agustus 2023, Friedman mengakui bahwa lingkungan kerja menjadi lebih menyenangkan ketika hubungan baik terjalin dengan kolega.
Jenis Hubungan di Tempat Kerja
Friedman memaparkan berbagai tipe pertemanan di tempat kerja:
Menurut survei, sekitar 30% penduduk Amerika Utara mengaku memiliki sahabat di kantor, sementara yang lain memiliki hubungan yang lebih biasa dengan rekan kerja.
“Penting untuk membedakan berbagai jenis pertemanan, karena tidak semua memberikan manfaat yang sama. Dengan memahami jenis hubungan dan keuntungannya, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai investasi dalam relasi tersebut,” ujarnya.
Merujuk pada penelitian psikologis sebelumnya dan pengalamannya dengan ribuan manajer, Friedman mengelompokkan pertemanan di kantor menjadi empat kategori:
1. Sahabat di kantor
Jenis pertemanan ini sangat dekat, ditandai oleh keterbukaan personal. Sahabat di kantor saling menghargai, jujur, dan terpercaya.
2. Teman dekat di kantor
Hubungan ini cukup erat, meski tidak seintim sahabat. Orang-orang dalam hubungan ini umumnya ingin tetap berteman, bahkan jika salah satu berpindah kerja.
3. Teman kantor
Hubungan ini memiliki beberapa kesamaan dengan yang lebih dekat, tetapi lebih jarang bertahan di luar pekerjaan. Biasanya, tidak banyak hal pribadi yang dibahas. Teman seperti ini sering menjadi teman makan siang atau ngopi.
4. Rekan sekantor
Ini mengacu pada seseorang yang sering dijumpai di kantor, namun interaksinya terbatas pada sapaan atau basa-basi singkat.
Keuntungan pertemanan sekantor
Pertemanan di tempat kerja dapat meningkatkan inovasi, keamanan psikologis, dan rasa belas kasih. Ketika atasan menciptakan suasana yang seimbang dan bersahabat, ini dapat mendorong keterbukaan emosional, adaptabilitas, dan kerendahan hati yang dibutuhkan dalam dunia bisnis saat ini.
Menjalin dan menjaga pertemanan di tempat kerja menjadi lebih penting sejak pandemi. Dengan meningkatnya pekerjaan jarak jauh dan hybrid, pertemanan di kantor memberikan dukungan sosial dan emosional yang diperlukan pekerja.
Sahabat di kantor memberikan manfaat terbesar karena hubungan ini menawarkan peluang pertukaran emosi yang lebih besar antara kolega. Keuntungannya termasuk peningkatan kebahagiaan, produktivitas, dan motivasi karyawan.
Namun, hubungan yang sangat dekat ini cenderung sulit dibangun dan mungkin melelahkan, sehingga lebih jarang dibanding tipe lainnya.
Sementara itu, teman dekat dan teman kantor adalah jenis hubungan yang lebih mudah dikelola dan tidak terlalu melelahkan secara emosional. Meski demikian, berteman dekat juga memiliki tantangan yang mirip dengan sahabat sekantor, termasuk risiko konflik terkait pembagian tugas.
Rekan sekantor adalah jenis hubungan yang tidak menawarkan keuntungan apa pun. Jika ingin mendapatkan banyak hal di tempat kerja, penting untuk berusaha membangun pertemanan.
Lebih baik daripada harus senyum dan bersabar menghadapi kehadiran mereka, kamu bisa memilih untuk menjaga jarak tanpa mengorbankan kemampuan untuk bekerja.
Walaupun menghindari orang yang tidak disukai dapat membantu, sering kali sulit dilakukan di tempat kerja. Selain itu, bersikap tidak ramah karena merasa sulit menjalin pertemanan atau menghindari orang tertentu dapat membuat pekerjaan terasa kurang menyenangkan.
Pekerja yang kurang berteman biasanya tidak mendapatkan makna dari pekerjaan mereka dan memiliki lebih sedikit peluang untuk maju. Keengganan membangun pertemanan juga dapat menyebabkan kesepian dan isolasi lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Jika memutuskan untuk mempertahankan hubungan pertemanan dengan rekan yang tidak disukai, ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk membangun hubungan kerja yang produktif.
Salah satu strategi ini adalah menggunakan pembingkaian ulang yang positif untuk mengubah cara berpikir dan menginterpretasikan perilaku kolega.