Kegembiraan Kemenangan PSG Berakhir Ricuh, Dua Tewas dan Ratusan Ditahan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Selebrasi kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions berakhir dengan kericuhan. Dua orang dilaporkan meninggal dan lebih dari 500 orang ditangkap dalam kerusuhan yang terjadi di Paris serta beberapa wilayah lain di Prancis.
Kerusuhan pecah setelah PSG mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 dalam laga final Liga Champions yang berlangsung di Munich pada Sabtu (31/5/2025) malam waktu setempat. Kemenangan ini merupakan gelar Liga Champions pertama dalam sejarah PSG.
Menurut laporan dari Kementerian Dalam Negeri Prancis, terdapat 192 orang yang mengalami luka-luka, dan terjadi 692 insiden kebakaran, termasuk 264 kasus pembakaran kendaraan.
Hingga Minggu pagi, tercatat 559 orang telah ditangkap, dengan 491 di antaranya terjadi di Paris. Selain itu, 320 orang ditahan, di mana 254 penahanan terjadi di ibu kota.
Kerusuhan dimulai bahkan sebelum pertandingan berakhir. Ribuan penggemar menyaksikan pertandingan final di berbagai lokasi, termasuk di stadion Parc des Princes yang menayangkan pertandingan lewat layar besar. Namun, beberapa kelompok mulai menyalakan suar dan memicu bentrokan dengan aparat keamanan.
Saat babak pertama, kepolisian antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang merayakan kemenangan dengan cara yang tidak tertib. Di sekitar Champs-Élysées, meriam air dikerahkan untuk mengamankan area Place de l’Étoile dekat Arc de Triomphe, setelah sekelompok orang berusaha menerobos barikade.
Pemain PSG, Ousmane Dembélé, turut memberikan pernyataan. Ia mengimbau para penggemar untuk tetap menjaga ketertiban dalam merayakan kemenangan bersejarah ini.
“Mari kita rayakan, tetapi tanpa merusak segalanya di Paris,” ujar Dembélé kepada stasiun TV Canal Plus.
Pihak berwenang Prancis masih melakukan evaluasi dan peningkatan pengamanan menyusul kejadian ini.