Polisi Imbau Masyarakat RI Tetap Tenang, Bulog Siap Salurkan Beras SPHP
Jakarta – Badan Pangan Nasional telah menginstruksikan Perum Bulog untuk segera menambah pasokan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel guna menjaga ketersediaan beras di tengah temuan kasus yang melibatkan beras tidak sesuai standar kualitas.
Saat ini, Satgas Pangan Polri sedang melakukan penyelidikan dan telah menetapkan tiga tersangka dari satu perusahaan, yakni PT FS. Proses pengumpulan bukti juga sedang dilakukan terhadap tiga perusahaan lain yang terlibat dalam kasus serupa.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol. Helfi Assegaf, dalam konferensi pers pada Jumat (1/8/2025) di Gedung Kabareskrim Polri, Jakarta. Dia menyoroti berita kekosongan beras yang diduga dipicu kekhawatiran dari pihak pengusaha.
“Kami sudah memastikan kepada APRINDO, pasar modern, pasar tradisional, satgas daerah, maupun pusat, agar mereka tetap mengisi (pasokan beras) dengan syarat perbaikan produksi dilakukan,” ujar Helfi.
“Barang yang mungkin kemarin sudah terlanjur tidak sesuai komposisi, silakan dijual tetapi dengan harga dan komposisi yang sesuai. Artinya, jika kualitasnya medium, jual dengan harga medium, tidak dengan harga premium,” sambungnya.
Di samping itu, menurut Helfi, Bapanas juga telah mengambil langkah.
“Bapanas sudah membantu dengan meminta Bulog segera mendistribusikan beras SPHP ke ritel modern untuk menghindari kelangkaan,” jelasnya.
Sehubungan dengan mesin produksi yang akan disita dari PT FS sebagai barang bukti untuk penyidikan lanjutan, Helfi mempersilakan penggunaan sementara supaya tidak mengganggu pasokan pangan.
“Nanti, setelah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap, pengadilan yang akan memutuskan apakah akan diambil alih oleh negara atau dikembalikan, itu tergantung dari keputusan pengadilan,” ujar Helfi.
“Yang jelas, tidak boleh mengganggu stabilitas pasokan pangan kita, tetap bisa digunakan,” tambahnya menegaskan.
Selain itu, dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang terkait ketersediaan beras.
“Kami sampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik. Memang isu yang muncul di beberapa media menyebutkan adanya kekosongan. Mungkin ini disebabkan oleh kekhawatiran dari para pelaku usaha,” katanya.