Gambaran Kepanikan Israel Terhadap Ancaman Nuklir Iran
Setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran, situasi di negara tersebut semakin tegang. Serangan ini berhasil menewaskan beberapa komandan tinggi Iran dan menyebabkan ancaman balasan dari pihak Iran.
Di tengah ancaman ini, warga Israel di Tel Aviv terlihat berbondong-bondong mendatangi supermarket pada hari Jumat, 13 Juni. Mereka melakukan panic buying untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang tidak pasti. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan tentang kemungkinan serangan lanjutan dari Iran dan menyarankan warga untuk bersiap tinggal di tempat perlindungan bom dalam waktu yang lama.
Tel Aviv yang biasanya ramai kini berubah sepi dengan aktivitas ekonomi yang nyaris lumpuh. Banyak toko dan kantor memilih untuk tutup sementara, dan antrean panjang terlihat di berbagai supermarket.
Bahkan, parade tahunan Tel Aviv Pride yang biasanya menarik ribuan pengunjung resmi dibatalkan. Militer Israel telah memerintahkan penutupan sekolah serta melarang pertemuan publik di seluruh negeri.
Selain itu, beberapa rumah sakit utama di Tel Aviv dan Ramat Gan juga memindahkan bangsal ke area parkir bawah tanah demi menjaga keselamatan pasien dan staf medis. Ratusan tempat tidur dan peralatan medis dipindahkan ke ruang aman di bawah tanah.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan ini menargetkan fasilitas nuklir, pabrik rudal, dan sejumlah posisi strategis Iran sebagai upaya untuk mencegah pengembangan senjata atom oleh Teheran. Sementara itu, Iran melalui para pemimpinnya, bersumpah akan memberikan ‘hukuman berat’ atas serangan ini. Warga dan pengunjung di Israel kini bersiap menghadapi ketidakpastian yang mencekam.