Gambaran Bencana Menyergap Wilayah Amerika, Ribuan Penduduk Dievakuasi
Hujan deras yang melanda Campana, Buenos Aires, Argentina, pada 18 Mei 2025, menimbulkan banjir besar yang memaksa ribuan warga mengungsi. Cuaca buruk yang terus berlanjut sejak 17 Mei 2025, membuat sejumlah bagian Argentina turut terkena dampaknya. Keadaan darurat pun diumumkan oleh pihak berwenang setempat untuk merespons situasi kritis ini.
Badan Meteorologi Nasional Argentina telah mengeluarkan peringatan merah untuk area utara Provinsi Buenos Aires, dengan curah hujan antara 150 hingga 250 milimeter, terutama di antara Zarate dan Arrecifes. Kepala brigade pemadam kebakaran setempat, Juan Carlos Etcheverry, menggambarkan curah hujan ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Gubernur Provinsi Buenos Aires, Axel Kicillof, memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut, dengan kemungkinan hujan lebat dan angin dingin yang segera datang. Dia menyarankan warga untuk menunda perjalanan dan tetap berlindung di tempat yang aman.
Bencana banjir ini tidak hanya berdampak pada populasi manusia, tetapi juga mengancam sektor pertanian yang merupakan tulang punggung ekonomi Argentina. Curah hujan yang tinggi ini mempengaruhi daerah pertanian utama yang sedang dalam masa panen kedelai, berpotensi mengganggu hasil panen yang sedang berlangsung.
Argentina adalah pengekspor utama bungkil dan minyak kedelai dunia, pengekspor jagung terbesar ketiga, dan salah satu eksportir gandum utama global. Gangguan terhadap sektor ini dapat memicu dampak global pada rantai pasokan makanan.