Truk Bantuan Menuju Gaza Terhambat, PBB Serukan Aksi!
Truk-truk pengangkut bantuan mulai bergerak menuju Gaza setelah Israel melonggarkan akses untuk bantuan kemanusiaan. Langkah ini datang setelah adanya tekanan dari PBB.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa blokade akan dilonggarkan seiring dengan dimulainya ‘operasi darat yang ekstensif’ di bagian utara dan selatan wilayah tersebut.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan bahwa Israel masih menghalangi masuknya bantuan makanan ke Gaza. Situasi ini memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama lebih dari sebelas minggu.
Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menyampaikan bahwa hingga Selasa, hanya lima truk yang berhasil memasuki Gaza, dan distribusinya masih tertahan oleh otoritas Israel. Sekitar 100 truk lainnya sudah disetujui untuk masuk tetapi belum memperoleh izin untuk menyeberang.
Di sisi lain, otoritas Israel mengklaim bahwa 93 truk telah memasuki Gaza pada hari yang sama, tetapi tidak memberikan informasi apakah bantuan berupa makanan dan obat-obatan sudah boleh dibagikan kepada warga.
PBB menekankan bahwa Gaza, dengan populasi sekitar 2,3 juta, membutuhkan setidaknya 500 truk bantuan dan barang komersial setiap harinya. Selama konflik, truk-truk pembawa bantuan telah menunggu berminggu-minggu di perbatasan Gaza untuk bisa masuk.
Negara-negara sekutu Israel, seperti Inggris, Kanada, dan Prancis, mengancam akan memberikan sanksi jika Israel tidak menghentikan operasi militernya di Gaza dan mencabut pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan. Tekanan internasional ini menandai langkah terkeras dari sekutu Barat, yang sebelumnya mendukung hak Israel untuk membela diri, namun kini melihat serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak proporsional dan melanggar hukum internasional.