Produksi Minyak PHR Belum Capai Sasaran, Berikut Sebabnya
Jakarta – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyebutkan bahwa produksi minyak dan gas bumi (migas) mereka pada Semester I-2025 belum mencapai sasaran yang diharapkan akibat beberapa kendala.
Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, menjelaskan bahwa salah satu alasan utama adalah lapangan minyak di Wilayah Kerja Rokan, Riau, yang sudah tua dan secara alami mengalami penurunan produksi.
“Memang, PHR adalah salah satu aset yang bisa dikatakan sudah cukup mature dengan fasilitas yang sudah tua, sehingga banyak tantangan operasional yang muncul. Tantangan ini berdampak pada kinerja produksi kita yang sepanjang paruh pertama tahun ini belum mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya kepada PANGKEP NEWS dalam program Energy Corner pada Selasa (10/5/2025).
Walaupun tidak disebutkan secara rinci berapa produksi yang dicapai perusahaan pada semester I-2025, PHR terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan produksi tersebut.
Permasalahan yang menjadi fokus perhatian perusahaan antara lain adalah faktor cuaca yang dapat mengganggu kelistrikan, menyebabkan banjir, hingga penutupan akses jalan dan sumur.
“Misalnya, ada masalah yang menghambat produksi kita. Beberapa langkah telah diambil seperti perbaikan kanal, tanggul, dan jalan akses. Juga dilakukan inisiatif seperti kontrak untuk modifikasi cuaca dan lain sebagainya,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa pada tahun 2024, PHR mencatatkan produksi minyak terbesar di dalam negeri dengan mencapai 158.167 barel per hari.