Program Kebanggaan Indonesia Hasilkan Keuntungan Besar, Hampir Rp500 Triliun
Jakarta, PANGKEP NEWS – Inisiatif hilirisasi nikel telah memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, ekspor nikel pada tahun 2024 diprediksi mencapai US$ 30 miliar. Indonesia mendapat keuntungan hampir Rp 491,4 triliun.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan bahwa sebelum inisiatif ini dijalankan, pendapatan negara dari nikel hanya sekitar US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 49,14 triliun.
Setelah program hilirisasi ditekankan, pada tahun 2024 pendapatan negara meningkat hingga sepuluh kali lipat. Ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam hilirisasi telah berhasil menambah nilai dalam negeri dan memperkuat industri nasional.
“Sebelum ekspor bijih nikel ditutup, penerimaan negara hanya sekitar 3 miliar dolar. Namun, dalam 2-3 tahun setelah penutupan ekspor bijih pada tahun 2024, penerimaan negara dari sektor nikel meningkat sepuluh kali lipat menjadi 30 miliar dolar, ini adalah pencapaian yang signifikan,” katanya pada Sabtu (2/8).
Lebih lanjut, Todotua menjelaskan bahwa strategi hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor mineral. Ini juga mencakup sektor lain seperti minyak dan gas, kehutanan, perkebunan, dan industri petrokimia.
Menurutnya, sektor minyak dan gas menjadi pilar dalam pengembangan industri turunan seperti petrokimia, pupuk, dan biofuel, yang saat ini telah mencapai tahap implementasi seperti campuran B40.
“Sebagian besar produk petrokimia berasal dari minyak dan gas. Dalam industri pupuk, bahan baku utama seperti amonia berasal dari gas, dan terdapat produk turunan seperti metanol dan lainnya,” ujarnya.