Puncak Macet – Dedi Mulyadi Minta Angkot Tidak Beroperasi, Janji Beri Uang Saku
Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah memberikan uang saku bagi para supir angkutan kota di wilayah Puncak agar menghentikan operasional mereka sementara. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk mengatasi kemacetan panjang yang terjadi saat libur akhir pekan panjang yang dimulai sejak Jumat, 27 Juni 2025.
“Kemacetan terjadi kemarin karena banyak orang yang ingin berlibur dan menikmati kebahagiaan, jadi tidak boleh stres. Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Perhubungan untuk menghentikan operasi angkutan kota dan angkutan pedesaan yang biasanya beroperasi di wilayah Cisarua, Puncak, dan sekitarnya pada hari Sabtu ini serta Minggu besok,” ungkapnya.
Belajar dari kebijakan serupa saat mudik Lebaran 2025, bantuan yang diberikan Dedi mencapai Rp 3 juta sebagai kompensasi agar tukang becak, sopir angkot, hingga ojek tetap berada di rumah.
“Bagaimana dengan uang saku? Senin kami akan membantu karena seluruh nomor rekening sopir yang biasa beroperasi di wilayah tersebut sudah terdata di kami,” jelas Dedi.
“Saya meminta seluruh sopir angkot dan angkutan pedesaan yang biasa beroperasi di Puncak Bogor untuk tidak beroperasi dan kembali kepada keluarga masing-masing. Senin kami akan kirimkan bantuan untuk mengganti hari Sabtu dan Minggu,” lanjutnya.
Menurut catatan dari Satlantas Polres Bogor, sekitar 12 ribu kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada hari pertama long weekend libur Tahun Baru Islam. Jumlah kendaraan menuju Puncak mulai meningkat sejak pagi tadi.
“Sejak tadi malam pukul 00.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB tadi, total sudah ada 16 ribu kendaraan. Kendaraan yang keluar sekitar 4.000 kendaraan, sedangkan yang masuk ke kawasan wisata Puncak sekitar 12 ribu kendaraan,” ujar KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Jumat, 27 Mei 2025.
Foto: Lalu lintas (lalin) menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, padat merayap Jumat (27/6/2025) pagi.