Putin Sebut Syarat Penting untuk Perdamaian dengan Ukraina, NATO Berperan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pihak Rusia telah mengungkap sejumlah syarat yang diperlukan agar mereka menarik diri dari konflik di Ukraina.
Dalam sebuah artikel berjudul “Wakil Menteri Luar Negeri Ryabkov: Penyelesaian Konflik Bergantung pada Penarikan NATO,” Wakil Menteri Keamanan Rusia, Sergei Ryabkov, menyatakan bahwa permasalahan utama konflik ini tidak semata-mata berasal dari Ukraina, tetapi juga dari ekspansi NATO ke timur.
Ryabkov menyebutkan bahwa penarikan pasukan NATO dari wilayah Baltik akan berkontribusi pada penghentian perang.
“Amerika Serikat perlu mengambil langkah nyata untuk mengatasi akar permasalahan dari perbedaan mendasar kita di bidang keamanan,” katanya dalam artikel tersebut, mengutip dari Newsweek, Minggu (15/6/2025).
“Di antara penyebab utama, ekspansi NATO menjadi prioritas. Tanpa menyelesaikan masalah kritis ini, tidak mungkin menyelesaikan konflik saat ini di kawasan Euro-Atlantik.”
“Dengan memandang asal mula krisis Ukraina, yang dipicu oleh tindakan sebelumnya dari pihak AS dan Barat, konflik ini menjadi semacam ujian untuk keseriusan Washington dalam memperbaiki hubungan kita,” tambahnya.
NATO mempertahankan kekuatan militer yang signifikan di Negara Baltik, dengan penempatan kelompok tempur dan brigade multinasional di Bulgaria, Estonia, Hungaria, Latvia, Lituania, Polandia, Rumania, dan Slovakia.
Aliansi militer ini memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut pasca serangan besar Rusia ke Ukraina.
Pada pembaruan 6 Juni, disebutkan bahwa delapan kelompok tempur ini “menunjukkan kekuatan ikatan trans-Atlantik dan solidaritas, tekad, serta kemampuan Aliansi untuk merespons setiap agresi.”
Lebih lanjut, Swedia dan Finlandia yang sebelumnya netral kini bergabung dengan NATO setelah invasi, kedua negara ini bersebelahan dengan Rusia di Laut Baltik dan Lingkar Arktik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa Rusia mungkin bersiap menyerang NATO dalam lima tahun. Oleh karena itu, dia berharap anggota aliansi di Barat meningkatkan anggaran militer hingga 5% dari PDB bulan ini.
“NATO membutuhkan peningkatan signifikan dalam pertahanan kolektif kita, termasuk penguatan persenjataan untuk mencegah Rusia yang semakin termiliterisasi,” katanya mengutip dari The Guardian.
“Saya berharap para pemimpin sekutu sepakat untuk mengalokasikan 5% dari PDB untuk pertahanan. Dari jumlah itu, 3,5% akan menjadi pengeluaran militer utama.”
“Ancaman tidak akan hilang meskipun perang di Ukraina berakhir,” tegasnya.