Tanggap Darurat PLN dalam Memulihkan Listrik di Bali Mendapat Penghargaan
Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, turun langsung mengunjungi beberapa fasilitas publik untuk memastikan layanan berjalan lancar setelah terjadinya gangguan kelistrikan di Bali pada Jumat (2/5). Tindak cepat PLN ini mendapatkan pujian dari berbagai pihak, terutama penyelenggara layanan publik.
Pujian tinggi disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, dr. I Wayan Sudana, atas kecepatan respons PLN dalam memulihkan suplai listrik ke rumah sakit.
“Komunikasi berjalan sangat efektif. Ketika listrik padam, staf kami segera berkoordinasi dan dalam waktu singkat listrik kembali menyala. Genset kami hanya aktif sebentar berkat PLN yang segera mengambil alih. Kami sangat berterima kasih karena pelayanan rumah sakit tetap berjalan lancar,” kata Wayan Sudana, dikutip Minggu (4/5/2025).
Senada dengan itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai Bali, Ahmad Syaugi Shahab, juga memuji respons cepat PLN dalam menjaga kelancaran layanan di tengah gangguan sistem kelistrikan.
“Padamnya listrik di bandara tidak berdampak signifikan karena penumpang tetap dapat dilayani dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Darmawan yang memimpin langsung proses pemulihan, menyampaikan permintaan maaf kepada 1,8 juta pelanggan termasuk pemangku kepentingan atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh gangguan tersebut.
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan kami atas gangguan dan ketidaknyamanan ini,” ungkap Darmawan.
Ia menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan di Bali bermula pada Jumat (2/5) pukul 16.00 WITA saat kabel bawah laut yang menghubungkan Jawa dan Bali mengalami masalah. Akibatnya, tegangan di sistem Bali turun menjadi nol volt, menyebabkan sejumlah pembangkit di Bali seperti PLTDG Pesanggaran, PLTGU Pemaron, PLTU Celukan Bawang, dan PLTG Gilimanuk terputus dari sistem kelistrikan Bali.
Ratusan personel PLN dikerahkan untuk memulihkan sistem dan dalam waktu sekitar 30 menit, suplai listrik mulai kembali masuk ke sistem secara bertahap.
“Kami melakukan pemulihan secara bertahap, dan pada pukul 21.00 WITA, 60 persen sistem sudah pulih. Kemudian, pada pukul 24.00, sudah 80 persen tersambung kembali,” ujarnya.
Darmawan menambahkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memerlukan waktu lebih lama untuk sinkronisasi dengan sistem. Namun, pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, sistem kelistrikan Bali akhirnya pulih sepenuhnya.
“Kurang dari 12 jam setelah gangguan terjadi, sistem sudah kembali normal sepenuhnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa selama proses gangguan, PLN memastikan objek vital tetap berfungsi dengan baik. Bandara Ngurah Rai dan rumah sakit besar di Bali seperti RSUP Prof. Ngoerah, RS Bali Mandara, Bali Internasional Medical Center, RS Siloam, hingga RS Surya Husadha tetap beroperasi tanpa hambatan signifikan.
“Bandara Ngurah Rai sempat mengalami kedip sebelum sistem cadangan bisa mengambil alih dan pasokan listrik tetap berjalan dengan lancar. Begitu pula dengan rumah sakit yang tetap bisa beroperasi tanpa gangguan pasokan,” kata Darmawan.