RI dan ADB Capai Konversi Utang Bersejarah Senilai US$3,3 Miliar ke Yen
Jakarta – Kementerian Keuangan bersama Asian Development Bank (ADB) telah berhasil menyelesaikan konversi utang besar dari dolar ke yen, yang menjadi pencapaian pertama kali dalam sejarah. Nilai transaksi ini senilai US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 54,12 triliun (mengacu kurs Rp 16.400/US$) mencakup total 27 pinjaman.
Langkah ini menandai konversi mata uang lokal berskala besar yang pertama kali dilaksanakan oleh ADB, dan diharapkan menjadi contoh bagi transaksi berikutnya, menurut pernyataan resmi ADB pada Rabu (21/5/2025).
ADB mengungkapkan bahwa kebijakan konversi utang dari dolar ke yen ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendukung pengembangan pasar mata uang lokal di wilayah Asia dan Pasifik.
ADB terus mencari peluang pembiayaan dalam mata uang lokal di seluruh kawasan. Secara keseluruhan, portofolio mata uang lokal ADB telah mencapai lebih dari US$5 miliar per 30 April 2025.
Porsi pinjaman dalam mata uang lokal ini mencakup lebih dari sepertiga dari total pinjaman sektor swasta dan diproyeksikan akan meningkat lebih dari 50% dalam beberapa tahun mendatang.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, yakin bahwa konversi utang ke yen ini dengan ADB akan mengurangi biaya pendanaan pemerintah di masa depan.
“Dengan adanya konversi utang ini, kita dapat menurunkan biaya pembiayaan dan meminimalkan ketidakpastian keuangan, yang pada akhirnya memberikan ruang fiskal lebih besar untuk kebutuhan mendesak lainnya,” ungkap Thomas.