Kerugian 400 Juta, Pengusaha Ikan Hias Ekspor Mengeluhkan Cuaca Buruk
Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini mempengaruhi kondisi suhu air, menyebabkan ketidakstabilan yang berdampak buruk pada ikan mas koki milik Renza Lohardjo di Serpong. Akibatnya, ratusan ikan miliknya mati, menyebabkan kerugian hingga Rp400 juta. Meski demikian, sektor ekspor ikan hias tetap mengalami pertumbuhan, mencapai USD 4,8 juta.
Renza Lohardjo, yang telah melakoni budidaya ikan mas koki selama enam tahun, menyatakan bahwa perubahan suhu ekstrem membuat ikan-ikannya stres dan lebih rentan terhadap penyakit. Renza mengalami kerugian besar dengan kematian sekitar 200 ekor ikan dalam sebulan terakhir.
Para pekerja di Goldfish Farm selalu berusaha menjaga kualitas air dengan mengganti air secara rutin, menjaga suhu dan pH air tetap stabil, serta memberikan pakan yang seimbang. Meski demikian, dampak cuaca yang tidak menentu tetap menjadi tantangan besar.
Di sisi lain, ekspor ikan hias Indonesia terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai USD 4,81 miliar menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Negara tujuan utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Tiongkok, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa.