Saham Melonjak Drastis, Bursa Ketat Memantau 2 Emiten Ini
Jakarta, PANGKEP NEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi dengan ketat pergerakan saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) pada Rabu, (30/7/2025). Kedua emiten ini diamati karena adanya lonjakan harga saham yang tidak biasa.
Menurut keterbukaan informasi dari BEI, saham tersebut terdeteksi mengalami pergerakan di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah ini diambil untuk melindungi para investor, terutama pemegang saham dari kedua emiten tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak langsung menandakan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari situs resminya.
Informasi terbaru mengenai BWPT, yang merupakan bagian dari Grup Rajawali, adalah data tanggal 30 Juli 2025 yang dipublikasikan melalui situs PT Bursa Efek Indonesia terkait penyampaian laporan keuangan.
“Terkait dengan terjadinya UMA pada saham BWPT, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang memantau perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.
Berdasarkan data pasar, saham BWPT mengalami kenaikan 14,29% menjadi Rp128 per saham pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, saham BWPT telah meningkat 109.84% dalam sebulan terakhir dan 120.69% sepanjang tahun berjalan.
Dengan adanya pengumuman ini, investor diharapkan untuk memperhatikan tanggapan emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, meninjau kembali rencana tindakan korporasi emiten jika rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di masa mendatang sebelum membuat keputusan investasi.
Seperti halnya dengan SHID, BEI juga memberikan perhatian khusus kepada saham energi TEBE karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tidak wajar. Informasi terbaru mengenai TEBE tercantum pada keterbukaan informasi tanggal 22 Juli 2025 mengenai panggilan rapat umum pemegang saham tahunan.
Selama perdagangan Rabu lalu, saham emiten infrastruktur pertambangan ini naik 23,81% ke level Rp1.300. Saham TEBE telah melonjak 104.72% selama sebulan dan 108.00% sepanjang tahun berjalan (YTD).
(fsd/fsd)