Sebelum Libur Panjang, Bekal Investor untuk Meraih Keuntungan Hari Ini
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pasar finansial Indonesia kembali mengalami pergerakan yang beragam pada Kamis (08/05/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat, dan Surat Berharga Negara (SBN) terlihat dilepas oleh investor.
Pasar finansial domestik diperkirakan akan tetap terpengaruh oleh sentimen dari luar negeri pada Jumat (09/05/2025), terutama dari Amerika Serikat. Informasi lebih lanjut mengenai proyeksi dapat ditemukan di halaman 3 artikel ini.
IHSG pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (08/05/2025), ditutup melemah 1,42% ke posisi 6.827. Ini adalah kali pertama IHSG mengalami koreksi setelah sembilan hari berturut-turut tanpa penurunan.
Nilai transaksi indeks kemarin mencapai sekitar Rp14,86 triliun dengan 38,45 miliar saham diperdagangkan sebanyak 1,62 juta kali. Sebanyak 228 saham menguat, 393 saham melemah, dan 184 saham tidak berubah.
Investor asing mencatatkan net sell dalam jumlah besar, yaitu Rp841 miliar di seluruh pasar.
Sembilan dari 11 sektor berada di zona merah, dengan penurunan terdalam di sektor properti & real estate sebesar 2,52%, kemudian bahan dasar yang melemah 2,09%, dan teknologi yang turun 1,72%.
Dua sektor lainnya justru ditutup menguat, yaitu kesehatan dan transportasi & logistik yang masing-masing naik 1,13% dan 1,01%.
Saham-saham perbankan mengalami penurunan yang turut menyeret IHSG setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk menahan suku bunga di level 4,25%-4,50% bulan ini. Keputusan ini menunjukkan sikap hati-hati The Fed dalam mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.
The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (8/5/2025). Ini adalah kali ketiga The Fed menahan suku bunganya setelah terakhir kali menurunkannya pada pertemuan Desember 2024.
Seperti diketahui, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023. Mereka kemudian menahan suku bunga di level 5,25%-5,50% pada September 2023-Agustus 2024 atau lebih dari setahun sebelum memangkasnya pada September 2024 dan dilanjutkan pada November serta Desember 2024 dengan total 100 basis poin (bps) di tahun kemarin.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor besar-besaran Presiden Donald Trump, yang diumumkan pada 2 April 2025.
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, salah satu penyebab koreksi IHSG kemarin adalah libur panjang yang membuat banyak investor melakukan aksi profit taking.
Di pasar mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada posisi Rp16.490/US$, menguat 0,24%. Penguatan ini mematahkan tren pelemahan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.
Penguatan rupiah ini juga terjadi bersamaan dengan pengumuman dari BI mengenai cadangan devisa (cadev) yang mengalami penurunan tajam.
Untuk diketahui, BI melaporkan cadangan devisa per akhir April sebesar US$152,5 miliar. Realisasi ini turun tajam sebesar US$4,6 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut siaran pers BI yang dikutip PANGKEP NEWS, Kamis (8/5/2025), penurunan cadangan devisa disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
Imbal hasil SBN bertenor 10 tahun terpantau naik 0,31% menjadi 6,856%.
Perlu diketahui, hubungan antara yield dan harga pada SBN ini berbanding terbalik, artinya ketika yield naik, berarti harga obligasi turun, menunjukkan kecenderungan investor untuk melepas kepemilikan SBN mereka.