Seperti di Film! Inilah Perampokan Emas Terkemuka di Dunia
Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia – Dari era kereta api lintas negara di abad ke-19 hingga terminal kargo bandara internasional di era modern, emas sering kali menjadi sasaran pencurian besar-besaran. Dengan nilai yang tinggi, bentuk yang mudah dipindahkan, dan permintaan global yang besar, emas menjadi target yang ideal bagi kejahatan terorganisir.
Berikut ini adalah delapan perampokan emas paling luar biasa dalam sejarah dunia yang tidak hanya memperlihatkan skala kejahatan yang luar biasa, tetapi juga memberikan pelajaran penting bagi investor masa kini.
1. Perampokan Bank Inggris di Timur Tengah (1976)
Pada 20 Januari 1976, di tengah kekacauan perang saudara Lebanon, delapan pria bersenjata berat menyerang British Bank of the Middle East di Beirut. Menggunakan bahan peledak, mereka berhasil menjebol tembok bank dan langsung mengakses ruang penyimpanan.
Dalam waktu hanya empat jam, mereka mengosongkan isi brankas: uang tunai, perhiasan, saham, dan batangan emas – semuanya dimuat ke beberapa kendaraan. Kerugian saat itu mencapai US$32 juta, setara lebih dari US$210 juta hari ini. Tidak ada satu pun aset yang berhasil ditemukan kembali.
2. Brinks-Mat Robbery, Inggris (1983)
Dikenal sebagai perampokan emas terbesar dalam sejarah Inggris, enam orang bersenjata menerobos masuk ke gudang Brinks-Mat di Heathrow Airport, pada 26 November 1983. Awalnya mereka mengincar uang tunai, tetapi malah menemukan tiga ton emas batangan, serta uang dan berlian.
Nilainya diperkirakan hampir US$320 juta dalam nilai saat ini. Untuk menghilangkan jejak, emas dilebur dan dicampur dengan tembaga. Diperkirakan setengah dari emas curian telah kembali ke pasar legal. Kisah ini bahkan diangkat menjadi serial dokumenter oleh BBC, mengindikasikan bahwa emas curian ini mungkin masih beredar dalam bentuk perhiasan di Inggris hingga kini.
3. Perampokan Bandara Guarulhos, Brasil (2019)
Pada 25 Juli 2019, delapan pria menyamar sebagai polisi dan menyerbu terminal kargo Bandara Internasional Guarulhos, São Paulo. Dengan dua sandera, mereka melarikan sekitar 750 kilogram emas yang hendak dikirim ke Zurich dan New York. Nilai total emas yang dicuri mencapai sekitar US$80 juta.
4. Golden Door Jewellery Robbery, AS (1983)
Pada 10 Februari 1983, dua pria bertopeng menyusup ke gudang perhiasan pribadi di Miami, Florida. Mereka mengikat pemilik dan dua pegawai sebelum melarikan lebih dari 736kg emas dalam bentuk perhiasan dan batangan. Hingga saat ini, emas tersebut tidak pernah ditemukan. Kerugian diperkirakan sekitar US$80 juta.
5. Pencurian Tambang Sibanye, Afrika Selatan (2013-2014)
Dalam kurun waktu hampir satu tahun, antara Agustus 2013 hingga Juni 2014, 19 karyawan tambang Sibanye-Stillwater menyelundupkan emas dengan menyembunyikan bijih emas di pakaian kerja mereka.
Total sekitar 500kg emas dicuri. Pada 2024, 15 pelaku dihukum penjara 10 tahun. Nilai kerugian diperkirakan mencapai US$53 juta. Kasus ini menunjukkan bagaimana pencurian bisa terjadi bahkan dari dalam sistem perusahaan itu sendiri.
6. Heist Bandara Toronto Pearson, Kanada (2023)
Pada 17 April 2023, 400kg emas dan uang tunai senilai US$2 juta hilang dari Bandara Internasional Toronto Pearson. Setelah mendarat dari Swiss, kargo tersebut diserahkan ke truk pengangkut dengan dokumen yang tampaknya sah.
Beberapa jam kemudian, truk Brinks yang sebenarnya datang – barulah staf menyadari surat pengambilan sebelumnya adalah palsu. Setahun kemudian, enam orang ditangkap. Emasnya telah dilebur dan dijual di pasar domestik dan internasional. Nilai total hasil curian diperkirakan US$42 juta.
7. Perampokan Emas di Curaçao (2012)
Pada 30 November 2012, pria bersenjata menyamar sebagai polisi dan menyerang kapal nelayan di Curaçao. Mereka melarikan 216kg emas yang diduga diselundupkan dari Guyana.
Sebulan kemudian, tujuh tersangka berhasil ditangkap. Nilai emas curian diperkirakan mencapai US$23 juta.
8. The Great Gold Robbery, Inggris (1855)
Salah satu pencurian emas pertama yang tercatat dalam sejarah modern terjadi pada 15 Mei 1855. Empat pria – termasuk penjahat kawakan Edward Agar dan staf kereta api – merencanakan dengan cermat pencurian 102 kg emas dari kereta api London-Paris.
Dengan cetakan lilin kunci brankas, mereka membuka peti, turun di Folkestone, dan mencairkan emas menjadi batangan baru. Kerugian saat itu sebesar £12.000, setara sekitar £8,2 juta saat ini. Meski sempat hidup terhormat, kesaksian Agar membongkar komplotan ini.
Dari Beirut hingga Toronto, sejarah menunjukkan bahwa emas sebagai aset fisik memang rentan terhadap pencurian. Tidak seperti aset digital, emas dapat diangkut, disembunyikan, bahkan dilebur dan dijual kembali.
PANGKEP NEWS INDONESIA RESEARCH
(emb/emb)