Sering Merasa Lapar? Perhatikan, Mungkin Gejala Kanker Usus Besar
Jakarta, PANGKEP NEWS – Kanker usus besar kini semakin sering menyerang generasi muda. Sayangnya, banyak penderita baru menyadari saat penyakit ini sudah berada pada stadium lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.
Dikenal juga sebagai kanker kolorektal, kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di Amerika Serikat. Berdasarkan data dari American Cancer Society, lebih dari 107.000 orang didiagnosis dengan kondisi ini setiap tahunnya. Saat ini, kanker usus besar adalah penyebab kematian ketiga tertinggi akibat kanker.
Penyebab Kanker Usus Besar
Menurut Health Digest, meskipun Anda tidak berada dalam kelompok berisiko tinggi, Anda masih dapat mengembangkan kanker usus besar. Beberapa faktor penyebabnya meliputi faktor genetik atau riwayat keluarga, gaya hidup, kondisi gastrointestinal, kurang beraktivitas, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi lemak seperti makanan olahan, dan penuaan.
Pada tahap awal, kanker usus besar sering tidak menunjukkan gejala. Namun, penyakit ini bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak boleh diabaikan, seperti nafsu makan yang berlebihan atau rasa lapar yang terus-menerus.
Kasus kanker kolorektal biasanya dimulai dengan masalah pencernaan yang tidak kunjung membaik. Namun, pada beberapa kasus, baik kanker usus maupun kanker lambung tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Gejala Lapar Seringkali Menjadi Tanda Kanker Usus Besar
Pendarahan bisa terjadi saat kanker usus besar mulai menggerogoti tubuh. Ketika Anda mengalami kehilangan darah, tubuh Anda juga kehilangan zat besi dan nutrisi lainnya. Ini dapat menyebabkan anemia, sehingga tubuh mencari cara untuk menggantikan nutrisi yang hilang dengan cara yang tidak biasa.
Misalnya, Anda mungkin mulai merasa dorongan yang kuat untuk mengonsumsi sesuatu yang biasanya tidak Anda makan, yang disebut sebagai pica. Penelitian pada tahun 2023 di Cureus menunjukkan adanya hubungan kuat antara pica dan anemia.
Dr. Amar Kelker dari American Medical Association (AMA) menjelaskan bahwa pica adalah respons tubuh yang mendesak terhadap kekurangan zat besi.
“Pada dasarnya, Anda memiliki kebutuhan mendesak untuk menggantikan keinginan akan zat besi. Tetapi, kita tidak memiliki cara untuk memenuhinya. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin juga menginginkan kelompok makanan tertentu, seperti pati,” jelas Kelker.
Perlu diingat bahwa anemia adalah gejala umum pada mereka yang menderita kanker usus besar, dan bisa memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu.