Temuan PANGKEP NEWS: Barang Mewah yang Menjadi Favorit Miliarder Dunia
Jakarta, PANGKEP NEWS – Para orang terkaya dunia memiliki beragam cara untuk menghabiskan kekayaan mereka. Beberapa di antaranya suka menghadirkan penyanyi ternama untuk konser pribadi, membeli kapal pesiar, atau bahkan bepergian ke luar angkasa.
Sebuah survei khusus yang dilakukan oleh PANGKEP NEWS mengungkapkan bahwa ada satu barang mewah yang selalu dimiliki para miliarder, yaitu jet pribadi. Dari 40 miliarder yang disurvei, 12 orang menyebutkan bahwa jet pribadi adalah kebutuhan utama mereka.
Alasan utama mengapa pesawat pribadi sangat penting bagi mereka yang super kaya adalah karena efisiensi waktu dan fleksibilitas. Alih-alih harus antre di bandara komersial, jet pribadi memungkinkan mereka untuk terbang dalam hitungan menit.
Di Texas, misalnya, hanya 6% dari 389 bandara umum yang melayani penerbangan komersial, sisanya lebih mudah diakses dengan jet pribadi. “Kami memiliki banyak lokasi bisnis yang tidak mungkin dijangkau tanpa pesawat pribadi,” kata David Hoffmann, seorang miliarder dari Florida yang berinvestasi di berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga properti.
Sejalan dengan itu, miliarder asal Albania, Samir Mane, menyatakan bahwa penerbangan komersial tidak memenuhi kebutuhan bisnis lintas negaranya. “Jika saya tinggal di London atau Frankfurt, saya tak memerlukan jet,” ujarnya.
Tidak semua kemewahan berasal dari teknologi. Charles Koch, yang memiliki kekayaan US$67,5 miliar, menyebut “istri saya Liz selama 57 tahun!” sebagai kemewahan yang tak tergantikan. Beberapa lainnya menyebutkan kebutuhan seperti ponsel, rumah kedua, atau AC.
Jet tetap menjadi simbol utilitas dan kemewahan. Pengusaha properti Larry Connor menyebut jet pribadinya sebagai alat bisnis, bukan sekadar kemewahan. Pesawat mewah seperti Bombardier Global 7500, dengan kemampuan terbang antarbenua tanpa henti dan empat zona kabin (kerja, makan, tidur, santai), dihargai antara US$75-80 juta. Saudara miliarder Lorenzo dan Frank Fertitta masing-masing memilikinya.
Beberapa miliarder bahkan membeli pesawat komersial skala penuh, seperti Roman Abramovich dengan Boeing 787-8 Dreamliner senilai US$350 juta dan Alisher Usmanov dengan Airbus A340-300 senilai hingga US$500 juta. Namun, pesawat mereka kini masuk dalam daftar sanksi AS sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Tidak semua miliarder membeli jet pribadi. Beberapa memilih kepemilikan parsial atau model berlangganan seperti NetJets dan VistaJet, yang memungkinkan mereka mengakses jet tanpa tanggung jawab penuh untuk perawatan dan kru. Mane baru-baru ini menjual Citation XLS+ miliknya seharga US$11,8 juta dan sekarang menggunakan model langganan.
Jet pribadi mungkin terlihat glamor, namun bagi para miliarder, ini lebih tentang efisiensi. “Banyak yang berpikir jet pribadi itu mewah, padahal kenyataannya sempit dan kadang tidak nyaman. Namun, ini menghemat waktu dan biaya operasional mereka,” kata Hugh Chatham dari perusahaan CFS Jets.
Privasi juga menjadi pertimbangan lain. Aplikasi pelacak penerbangan seperti FlightAware membuat penerbangan jet pribadi dapat dipantau publik. Hal ini mendorong banyak miliarder menyamarkan kepemilikan mereka melalui perusahaan cangkang (LLC).