Pelajaran dari Kehidupan Nunung: Tabungan Ludes Demi Keluarga
Jakarta – Komedian terkenal Indonesia, Nunung Srimulat, mengejutkan publik setelah membagikan pengalaman pahitnya saat tabungannya habis untuk mendukung keluarganya.
Kisah ini terjadi pada tahun 2019, setelah Nunung menjalani rehabilitasi narkoba. Selama satu setengah bulan, ia tidak memiliki pemasukan, namun harus memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya yang berjumlah 25 orang.
Nunng mengungkapkan dalam wawancaranya bersama Ruben Onsu di MOP Channel, “Habis, karena memang selama satu bulan setengah nggak ada pemasukan sama sekali dan saya harus menghidupi keluarga saya, jadi apa yang saya punya sudah habis,” kata Nunung, dikutip Sabtu (24/5/2025).
Setelah keluar dari rehabilitasi, krisis tidak berhenti, terutama karena pandemi Covid-19 yang membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan selama hampir dua tahun.
Nunung tidak menyerah. Dia menerima setiap tawaran pekerjaan yang datang agar keluarganya bisa bertahan. Bahkan ada kabar ia harus menjual aset-asetnya demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
1. Mengetahui pengeluaran rutin adalah kunci menciptakan keamanan finansial
Pendapatan di dunia hiburan memang bisa besar, namun dengan banyak tanggungan, pengeluaran juga besar. Memahami pengeluaran dapat membantu kita mengantisipasi dengan menciptakan tabungan dana darurat.
Jumlah dana darurat yang dibutuhkan bagi seseorang dengan banyak tanggungan tidaklah sama dengan orang pada umumnya, terutama jika pendapatan tidak tetap seperti pekerja lepas atau di dunia hiburan.
Dana darurat adalah tabungan untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan penghasilan. Besarannya dihitung dari pengeluaran bulanan, dan bagi mereka dengan penghasilan tidak tetap, disarankan untuk memiliki dana darurat setidaknya setara 12 bulan pengeluaran pokok dan wajib.
Pengeluaran pokok meliputi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan, sementara yang wajib mencakup cicilan utang, pajak, dan biaya pendidikan.
2. Jaminan kesehatan itu penting
Dalam wawancara, Ruben merasa tenang karena BPJS Kesehatan Nunung tetap dibayar, sehingga perlindungannya masih berlaku. Bayangkan jika Nunung harus membayar biaya berobat sendiri, pengeluarannya bisa membengkak.
3. Asuransi penyakit kritis bisa jadi solusi ketenangan hidup
Asuransi penyakit kritis sering terlupakan. Berbeda dengan asuransi kesehatan, asuransi ini memberikan santunan tunai ketika seseorang terdiagnosis penyakit kritis.
Kanker yang diidap Nunung termasuk penyakit kritis. Dokter menyarankan Nunung untuk tidak stres demi kesembuhan. Dengan asuransi penyakit kritis, uang santunan dapat digunakan untuk membiayai hidup Nunung dan keluarganya saat dirinya tidak dirawat di rumah sakit.
Pelajaran dari kisah Nunung yang harus menguras tabungannya untuk membiayai 25 anggota keluarga selama masa krisis ini semoga bermanfaat bagi kita semua!