Tabungan Masyarakat RI Melorot ke Titik Terendah
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pengeluaran warga Indonesia untuk tabungan kembali mengalami penurunan, bahkan mencapai titik terendah setidaknya sejak tahun 2019.
Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia (BI) periode Juli 2025 yang baru saja dipublikasikan hari ini (8/8/2025), proporsi pengeluaran untuk konsumsi pada Juli 2025 mencapai 75,4%, meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 75,1%. Sementara alokasi untuk cicilan pinjaman di bulan Juli berada pada 10,9%, sedikit naik dari 10,8% di bulan Juni.
Yang paling menarik dari survei bulan Juli ini adalah persentase alokasi untuk tabungan yang tercatat hanya sebesar 13,7%, turun lebih dari satu persen dari bulan Juni yang sebesar 14,9%, sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah survei dilakukan.
Pengeluaran warga Indonesia untuk tabungan terus mengalami penyusutan. Berdasarkan data survei BI, proporsi pengeluaran untuk tabungan pada Juli 2025 menyusut di seluruh kelompok pengeluaran dibandingkan Januari 2023.
Penurunan yang paling signifikan tercatat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta per bulan, di mana proporsi untuk tabungan merosot dari 18,8% menjadi hanya 13,9%, turun sekitar 4,9 poin.
Untuk kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta dan Rp3,1-Rp4 juta juga mengalami penurunan masing-masing 3,6 poin menjadi 13,6% dan 13,7%.
Survei untuk kelompok masyarakat dengan penghasilan lebih dari Rp5 juta per bulan juga menunjukkan penurunan, dengan proporsi tabungan turun dari 18,6% di Januari 2023 menjadi 15,8% pada Juli 2025, turun 2,8 poin.
Penurunan proporsi pengeluaran untuk tabungan ini seiring dengan meningkatnya pengeluaran untuk konsumsi.
Kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan beban utang membuat banyak orang harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk konsumsi, sehingga pengeluaran untuk tabungan mereka terpaksa dikorbankan.
Fenomena Warga Makan Tabungan
Menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), tercatat adanya penurunan simpanan nasabah perorangan di perbankan pada triwulan I-2025. Simpanan individu turun 1,09% secara tahunan.
Hal ini dapat mengindikasikan bahwa masyarakat mulai menggunakan tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam riset Indonesia Economic Outlook kuartal III-2025, LPEM UI menyebutkan dana yang ditarik umumnya digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, listrik, air, dan transportasi.
Hal ini sejalan dengan hasil survei BI yang menunjukkan peningkatan proporsi pengeluaran masyarakat untuk konsumsi.
Dibandingkan dengan porsi pengeluaran masyarakat pada periode Januari 2023 yang sebesar 73,6%, terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada Juli 2025 yang sebesar 75,4%, atau naik 1,8 poin persentase.
PANGKEP NEWS INDONESIA RESEARCH