Beragam Tugas XLSMART dari Menteri Meutya Hafid
Jakarta, PANGKEP NEWS – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menugaskan sejumlah tanggung jawab kepada tim manajemen XLSMART. Selain memperluas jangkauan layanan seluler, XLSMART juga menerima tugas khusus dari Menkomdigi.
XLSmart, atau PT XL Smart Telekom Sejahtera Tbk, merupakan perusahaan hasil penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren. Proses merger dua operator seluler ini telah mendapatkan izin beroperasi dari pemerintah.
Menurut Meutya, izin tersebut diberikan oleh pemerintah disertai dengan beberapa kewajiban dan komitmen.
“Kami langsung memanggil mereka, dan pada prinsipnya kami telah memberikan izin kepada PT XL Smart Telekom Sejahtera Tbk. Pemerintah tidak hanya memberikan izin tapi juga menambahkan kewajiban sesuai komitmen,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).
Salah satu tugas utama yang diberikan oleh pemerintah adalah pengembangan jaringan internet seluler di wilayah yang akses internetnya masih terbatas. Selain membangun BTS untuk jaringan seluler, Meutya meminta agar XLSMART meningkatkan layanan digital di lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 fasilitas kesehatan, dan 42.000 kantor pemerintahan di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap persetujuan yang diberikan kepada XLSMART akan membantu industri seluler tumbuh lebih sehat. Pelaku industri juga diharapkan membangun ekosistem digital, sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto.
“Kami berharap ini dapat mencapai penyehatan industri seluler dan memastikan layanan tetap terjaga dengan lebih baik, efisien, inklusif, dan terjangkau,” tambahnya.
Akhirnya, Meutya juga meminta komitmen dari manajemen XLSMART agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat merger ini.
“Terhadap pegawai, tidak boleh ada PHK dan tadi sudah dinyatakan ada komitmen bahwa tidak akan ada PHK pada entitas baru ini,” tutup Menkomdigi.