Jakarta, PANGKEP NEWS
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kenaikan harga beras menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada bulan Juli 2025, yang tercatat sebesar 0,30% secara month on month (mom).
Pudji Ismartini, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers pada Jumat (1/8/2025), menyatakan bahwa kelompok yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi 0,22%. Beras menjadi salah satu elemen pendorong terbesar.
“Kontribusi beras terhadap inflasi adalah sebesar 0,06%,” ujarnya.
Selain beras, tomat dan bawang merah juga menjadi komoditas yang mendorong inflasi dengan masing-masing menyumbang 0,05%, serta cabai rawit menyumbang 0,04%.
Harga bensin juga turut memberikan kontribusi sebesar 0,03%, seiring dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di awal bulan.
“Telur ayam ras dan biaya sekolah dasar masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,02%,” jelasnya.
Pudji juga menambahkan bahwa biaya pendidikan untuk sekolah menengah pertama dan atas, bimbingan belajar, serta taman kanak-kanak masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,01% terhadap inflasi.