Kritik Trump Terhadap Data Tenaga Kerja Memicu Pemecatan Pejabat Penting
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pada hari Jumat, 1 Agustus 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk memberhentikan seorang pejabat dari Biro Statistik Tenaga Kerja setelah mendapatkan laporan pasar kerja yang dianggap tidak memuaskan. Trump menuduh bahwa angka-angka tersebut telah dimanipulasi.
Melalui media sosialnya, Truth Social, Trump menuduh Direktur Biro Statistik Tenaga Kerja, Erika McEntarfer, yang merupakan penunjukan dari mantan Presiden Joe Biden, telah ‘memalsukan’ data pekerjaan, bahkan menyebut McEntarfer sebagai ‘aparat Biden’.
Trump menulis, “Kami memerlukan angka pekerjaan yang benar. Saya telah memerintahkan tim saya untuk segera memberhentikan Aparat Politik Biden ini. Dia akan digantikan oleh seseorang yang lebih berkompeten dan berkualitas.”
Hingga saat ini, belum ada bukti yang mendukung tuduhan Trump mengenai manipulasi data oleh BLS, lembaga statistik yang bertanggung jawab atas laporan pekerjaan serta data harga konsumen dan produsen. Seorang perwakilan BLS belum memberikan komentar terkait hal ini.
Seorang pejabat administrasi Trump yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa meskipun semua data ekonomi ‘berisik’, Gedung Putih tidak puas dengan besarnya revisi yang terjadi baru-baru ini, serta rendahnya respons survei.
“Ada masalah mendasar yang telah lama terjadi di sini dan belum diselesaikan,” ujar pejabat tersebut. “Pasar, perusahaan, dan pemerintah memerlukan data yang akurat, dan tampaknya kita tidak mendapatkannya,” tambahnya.
The Fed dan Menurunnya Kepercayaan Terhadap Data Ekonomi
Keputusan mengejutkan dari Gubernur Federal Reserve Adriana Kugler untuk meninggalkan posisinya di The Fed akhir pekan depan membuka peluang lebih awal bagi Trump untuk mengajukan kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell di Dewan Gubernur bank sentral.
Kugler telah menjabat sebagai salah satu dari tujuh anggota Dewan Gubernur sejak tahun 2023. Kekosongan kursi di dewan tersebut menjadi ketiga yang perlu diisi oleh Trump, termasuk posisi wakil ketua untuk pengawasan yang telah kosong.
The Fed merupakan lembaga independen yang bertugas mengelola kebijakan moneter guna mencapai tingkat lapangan kerja maksimum serta stabilitas harga. Namun, sejumlah presiden sebelumnya telah mencoba mempengaruhi The Fed, dan Powell secara khusus telah menjadi sasaran kritik dari Trump.
Kemungkinan menunjuk anggota baru di The Fed, bersamaan dengan keputusan untuk memecat McEntarfer, dapat memperdalam kekhawatiran mengenai independensi lembaga-lembaga di AS, termasuk The Fed, yang bertugas mengumpulkan data ekonomi penting secara objektif.
Investor merasa khawatir bahwa jika data pemerintah tidak lagi dapat dipercaya, maka data tersebut tidak akan menjadi dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan.
“Ini merusak kepercayaan terhadap data ekonomi di AS,” ujar Joseph Brusuelas, kepala ekonom di RSM AS. “Laporan pekerjaan merupakan bagian terpenting dari teka-teki ekonomi saat ini, dan setiap upaya untuk merusak kredibilitasnya dapat menyebabkan peningkatan volatilitas,” jelasnya.