Telur Ayam dan Telur Bebek: Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?
Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia – Telur merupakan salah satu sumber protein favorit banyak orang. Selain terjangkau, telur juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan lezat.
Telur yang paling sering dikonsumsi adalah telur ayam dan telur bebek, keduanya populer dalam masakan Asia.
Sebagai makanan, telur umumnya rendah karbohidrat dan serat, tetapi kaya akan protein dan lemak. Telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, seperti kolin, riboflavin, selenium, vitamin A, dan vitamin B12.
Di antara Telur Ayam dan Telur Bebek, Mana yang Paling Sehat?
Menurut PANGKEP NEWS, telur bebek biasanya mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan telur ayam, termasuk folat, zat besi, dan vitamin B12.
Namun demikian, putih telur ayam memiliki lebih banyak protein seperti ovalbumin, conalbumin, dan lisozim dibandingkan putih telur bebek. Para ahli percaya bahwa protein-protein ini punya sifat antimikroba, antioksidan, dan anti kanker.
Seringkali disalahpahami bahwa hanya putih telur yang mengandung protein. Faktanya, kuning telur juga kaya protein meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan putih telur.
Telur Ayam atau Telur Bebek yang Mengandung Lebih Banyak Kolesterol?
Telur bebek cenderung mengandung lebih banyak kolesterol dibandingkan telur ayam. Ini disebabkan oleh ukuran kuning telur dan kadar lemak yang lebih tinggi pada telur bebek.
Satu telur bebek mengandung sekitar 660 mg kolesterol, sedangkan satu telur ayam hanya mengandung sekitar 186 mg. Artinya, telur bebek memiliki kolesterol hampir dua kali lipat dari telur ayam.
Batas Aman Mengonsumsi Telur Setiap Hari
Bagi orang dewasa sehat dengan kadar kolesterol normal dan tanpa faktor risiko penyakit jantung yang signifikan, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 1-2 telur per hari masih dalam batas aman. Bahkan, konsumsi telur bisa baik untuk kesehatan jantung.
Namun, jika Anda memiliki kolesterol tinggi atau faktor risiko penyakit jantung lainnya, disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 4-5 telur per minggu.