Trump Pertegas Ancaman Integrasi Kanada, Berikut Alasannya
Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan kembali ancamannya untuk memasukkan Kanada sebagai negara bagian ke-51. Ini disampaikan menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada yang baru saja terpilih kembali, Mark Carney.
Dalam wawancara Meet The Press di NBC pada hari Minggu (4/5/2025), Trump menekankan bahwa ia akan terus mengangkat isu penggabungan Kanada dengan AS, menyebutkan bahwa hal itu akan menjadi pemandangan yang mengagumkan.
“Anda mungkin tidak menyadari betapa menawannya negara tersebut. Pasti luar biasa,” kata Trump kepada pembawa acara, Kristen Welker.
“Saya akan terus membicarakannya. Tahukah Anda mengapa? Kami memberikan subsidi kepada Kanada hingga US$ 200 miliar (Rp 3.295 triliun) setiap tahun,” tambah Trump, mengulangi klaimnya yang tidak benar terkait defisit perdagangan AS dengan Kanada.
Saat ditanya apakah dia akan mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk memasukkan Kanada, Trump menyatakan dia percaya “kita tidak akan pernah mencapai titik itu” tetapi “sesuatu bisa terjadi dengan Greenland”, wilayah otonomi Denmark yang juga pernah dia sebutkan akan diintegrasikan.
Ancaman baru dari presiden AS ini muncul ketika Carney bersiap untuk bertemu dengannya pada hari Selasa untuk serangkaian diskusi menyeluruh mengenai tarif dan hubungan Kanada-AS yang lebih luas.
Pada hari Jumat, dalam konferensi pers pertamanya setelah kembali menjabat sebagai PM, Carney menyatakan bahwa dia akan menuju Gedung Putih “dengan harapan adanya diskusi yang konstruktif, sulit, tetapi tetap konstruktif.”
Namun, Carney telah lama menegaskan bahwa dia hanya akan berbicara dengan Trump setelah Presiden AS menunjukkan rasa hormat kepada Kanada. Perdana Menteri itu didesak oleh wartawan mengenai isu ini selama konferensi persnya.
“Selalu penting untuk membedakan antara keinginan dan kenyataan,” kata Carney menanggapi, sambil menambahkan bahwa warga Kanada telah dengan jelas menyatakan bahwa Kanada tidak akan pernah bergabung dengan AS.
“Akan ada pasang surut, naik turun, tetapi seperti yang saya katakan dalam pernyataan saya, saya akan berjuang untuk kesepakatan terbaik bagi Kanada dan hanya menerima kesepakatan terbaik bagi Kanada.”