Trump Dikecam 22 Tokoh Demokrat atas Penurunan Garda Nasional di Los Angeles
Jakarta – Protes di luar Pusat Penahanan Metropolitan di Los Angeles semakin memanas, menurut laporan dari Departemen Kepolisian setempat. Bentrokan antara petugas kepolisian dan demonstran terjadi, melibatkan aksi saling pukul dan dorong. Akhirnya, polisi terpaksa melempar granat kejut serta gas air mata untuk membubarkan massa.
Presiden AS Donald Trump telah menurunkan 2.000 anggota garda nasional untuk meredakan situasi ini. Ini adalah langkah pertama sejak 1965 di mana seorang Presiden AS mengerahkan pasukan garda nasional tanpa permintaan dari negara bagian.
Bentrokan yang dipicu oleh penangkapan imigran tanpa dokumen lengkap di tempat kerja mereka berlangsung selama tiga hari. Menanggapi peristiwa ini, 22 gubernur dari Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan bersamaan.
Gubernur-gubernur Demokrat tersebut mengutuk keputusan Presiden Trump untuk mengerahkan Garda Nasional ke Los Angeles.
“Tindakan Presiden Trump untuk mengerahkan Garda Nasional California adalah penyalahgunaan kekuasaan yang mengkhawatirkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari PANGKEP NEWS pada Senin (9/6/2025).
“Gubernur adalah Panglima Tertinggi dari Garda Nasional mereka, dan intervensi pemerintah federal tanpa berkonsultasi atau berkolaborasi dengan gubernur negara bagian adalah langkah yang tidak efektif dan berbahaya.”
Pernyataan tersebut juga menyoroti ancaman untuk mengirim Marinir ke wilayah tersebut, yang menurut Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Sabtu adalah opsi yang dipertimbangkan oleh pemerintah pusat.
Sejak 1965, tidak ada presiden yang mengerahkan Garda Nasional di dalam negeri tanpa permintaan dari gubernur. Gubernur California Gavin Newsom, seorang Demokrat yang tidak ikut menandatangani pernyataan tersebut, juga disebut-sebut dalam pernyataan itu.
22 gubernur dari Partai Demokrat memuji desakan untuk menggelar protes secara damai. Pernyataan bersama ini ditandatangani oleh Gubernur New York Kathy Hochul, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, dan Gubernur Minnesota Tim Walz, yang juga calon Wakil Presiden Demokrat tahun 2024.