Jakarta –
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan GAPKI, Dwi Asmono, menekankan pentingnya riset dan inovasi untuk mendorong produksi sawit nasional yang kini sedang stagnan.
Menurut Dwi Asmono, sektor sawit sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia memerlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan inovasi guna menghadapi berbagai tantangan seperti serangan jamur sawit.
Belajar dari negara lain seperti Uni Eropa yang telah mengalokasikan anggaran riset untuk pengembangan minyak nabati hingga Rp 2,5 Triliun, Indonesia masih tertinggal jauh. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama untuk meningkatkan research & development (R&D) di bidang sawit.
Selain itu, dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing sawit melalui riset, serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi terkait pengembangan bibit, pupuk, dan pengendalian hama Ganoderma sawit.
Bagaimana upaya Indonesia dalam mendorong riset dan inovasi di sektor sawit? Selengkapnya, simak dialog Sarah Ariantie dengan Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) serta Direktur R&D PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), Dwi Asmono, dalam program Squawk Box, PANGKEP NEWS (Kamis, 31/07/2025).