Jakarta –
Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2025 menurun di bawah 5%, tepatnya mencapai 4,87% (yoy).
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa perlambatan ini dipicu oleh berbagai faktor. Masa pemerintahan Presiden Prabowo menghadapi tantangan global seperti perang dagang dan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta proses perubahan kebijakan ekonomi Kabinet Merah Putih yang belum sepenuhnya mulus.
Pemerintah di bawah Prabowo berharap dengan meningkatkan investasi dan konsumsi, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali terdorong.
Bagaimana DPR menilai perlambatan ekonomi Indonesia di awal tahun 2025? Simak pembahasan Anneke Anneke Wijaya bersama Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun dalam acara Power Lunch di PANGKEP NEWS (Jum’at, 09/05/2025).