Video: Wah! Ekspor CPO Indonesia ke Amerika Bisa Turun 20% Akibat Tarif Trump
Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia sedang dihadapkan dengan tantangan ekonomi global akibat dari perlambatan ekonomi di China, salah satu negara tujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia, serta peningkatan tarif impor AS sebesar 32%.
Direktur Keuangan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), Tamlikho, mengungkapkan bahwa perlambatan ekonomi di Tiongkok telah menekan permintaan CPO, meskipun permintaan produk-produk berbasis nabati dan energi terbarukan tetap meningkat.
Selain itu, industri CPO juga menghadapi kenaikan tarif impor AS sebesar 32% yang mengancam daya saing produk CPO Indonesia di pasar internasional. Saat ini, ekspor CPO Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 2,2 juta ton setiap tahun, dan jika tarif tersebut diberlakukan, ekspor Indonesia ke AS bisa turun 15-20%, menyebabkan harga Tanda Buah Segar (TBS) jatuh dan pendapatan petani berkurang 3%.
Untuk mengatasi situasi ini, diperlukan langkah-langkah untuk memperluas pasar ekspor CPO ke negara-negara seperti China, India, dan Pakistan. Bagaimana dampak dan strategi menghadapi tarif impor AS ini? Simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Keuangan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), Tamlikho, dalam program Squawk Box, PANGKEP NEWS (Senin, 14/07/2025).