Ketua Umum Gebu Menyatakan Perusakan Tempat Ibadah Tidak Mewakili Orang Minang
Dalam sebuah video yang baru-baru ini beredar, Ketua Umum Gebu menekankan bahwa tindakan merusak tempat ibadah sama sekali tidak mencerminkan karakter masyarakat Minang. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap insiden perusakan yang terjadi, yang mana telah menarik perhatian publik dan mengundang berbagai reaksi.
Ketua Umum Gebu menegaskan bahwa orang Minang dikenal dengan sikap toleransi dan kedamaian. Oleh karena itu, tindakan semacam ini sangat disayangkan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Minang. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga kerukunan dan saling menghormati satu sama lain.
PANGKEP NEWS melaporkan bahwa insiden tersebut telah memicu diskusi di kalangan masyarakat, terutama terkait pentingnya menjaga harmoni dan kerukunan beragama. Ketua Umum mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk toleransi dan menghindari tindakan yang dapat merusak persatuan.