Jakarta – Kekhawatiran Apindo terhadap Peningkatan PHK
Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan rasa cemas mereka terhadap peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia yang semakin parah. Hal ini terjadi bersamaan dengan melemahnya kegiatan industri di dalam negeri, terutama di sektor yang padat karya.
Menurut catatan Apindo, terdapat 257.471 pekerja yang berhenti berpartisipasi dalam BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2024, dan hingga Maret 2025, sebanyak 73.992 pekerja mengalami PHK.
Pengaruh Ketidakseimbangan Angkatan Kerja dan Lapangan Kerja
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengungkapkan bahwa PHK yang terjadi tidak terlepas dari dampak ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja yang terus meningkat, sedangkan lapangan kerja justru menurun. Masalah produktivitas Indonesia yang tertinggal jauh, ditambah dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah, membuat negara ini sulit bersaing dengan negara-negara lain di kawasan ini.
Edy juga menyoroti berbagai kebijakan yang tidak mendukung industri dalam negeri, seperti Permendag No.8/2024 yang membuka keran impor, sehingga industri padat karya mengalami kesulitan bersaing di pasar lokal.
Langkah-langkah Mengatasi Masalah PHK
Untuk menyelesaikan masalah ini, DPR RI mendorong pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri serta ekosistem tenaga kerja. Ini melibatkan peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi tenaga kerja.
Apa saja persoalan PHK yang masih menjadi bayang-bayang bagi Indonesia? Simak dialog lengkap antara Bramudya Prabowo dan Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dalam program Squawk Box, PANGKEP NEWS (Rabu, 14/05/2025).