Jakarta –
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu memperhatikan tren pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di berbagai sektor industri di Indonesia, terutama di industri padat karya.
PHK ini terjadi akibat faktor eksternal dan kondisi domestik yang berkaitan dengan dampak pandemi COVID-19 yang masih mempengaruhi sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, peningkatan penciptaan lapangan kerja di sektor informal yang jauh lebih tinggi dibandingkan sektor formal menyebabkan daya beli masyarakat melemah.
Untuk menghadapi situasi ini, DEN mendorong pemerintah untuk melakukan revitalisasi sektor padat karya dengan meningkatkan iklim investasi dan menyediakan paket program investasi sebesar Rp20 Triliun guna mendukung sektor ini. Selain itu, diharapkan bahwa negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat dapat dioptimalkan sehingga tidak berdampak negatif pada sektor ekspor Indonesia ke AS yang sebagian besar merupakan padat karya.
Bagaimana pandangan DEN terhadap usaha pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi termasuk mencegah PHK massal? Simak diskusi lengkap antara Safrina Nasution dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu dalam program Squawk Box di PANGKEP NEWS (Jumat, 04/07/2025).