Jakarta –
Pemerintah melalui Kementerian ESDM pada 26 Mei 2025 secara resmi meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025-2034. Dalam rencana tersebut, PLN akan meningkatkan kapasitas listrik terpasang hingga 69,5 Gigawatt sampai tahun 2034, dengan target 61% berasal dari pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) atau mencapai 42,6 GW.
Direktur Utama PT Hero Global Investment Tbk (HGII), Robin Sunyoto, menyatakan bahwa HGII sebagai perusahaan induk penyedia energi terbarukan, khususnya di bidang tenaga mikrohidro, menyambut baik RUPTL 2025-2034 ini yang akan menambah 61% pembangkit EBT dengan 70% alokasi EBT diberikan kepada Produsen Listrik Independen (IPP) swasta.
HGII memastikan kesiapan mereka dalam mendukung PLN untuk merealisasikan RUPTL 2025-2034, dengan sejumlah rencana pengembangan pembangkit EBT yang menargetkan 100 Megawatt pada tahun 2031. Saat ini, HGII tetap fokus pada pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTM) meskipun juga menargetkan sektor tenaga surya, biomassa, dan biogas.
Bagaimana IPP swasta mendorong proyek pembangkit EBT? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Utama PT Hero Global Investment Tbk (HGII), Robin Sunyoto, dalam acara Squawk Box di PANGKEP NEWS (Senin, 16/06/2025).