WhatsApp Dianggap Alat Mata-Mata oleh Israel, Warga Iran Diminta Menghapus
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pemerintah Iran mengimbau warganya melalui saluran televisi untuk menghapus WhatsApp dari ponsel mereka. Iran menuduh aplikasi milik Meta tersebut mengumpulkan informasi yang kemudian dikirimkan ke Israel.
Selama beberapa waktu terakhir, hubungan antara Iran dan Israel memanas. Kedua negara saling menyerang, menyebabkankan korban jiwa termasuk beberapa tokoh penting di masing-masing negara.
Meski klaim Iran tidak didukung bukti konkret, mereka menuduh WhatsApp mengumpulkan data pribadi, seperti lokasi dan komunikasi terakhir, yang kemudian dibagikan kepada Israel.
WhatsApp dan sejumlah aplikasi lainnya sebenarnya telah lama dilarang di Iran. Meskipun demikian, banyak warga yang tetap mengaksesnya dengan menggunakan proksi atau VPN.
Pihak WhatsApp menolak tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa aplikasinya menggunakan teknologi enkripsi ujung ke ujung, yang menjamin tidak ada yang bisa membaca pesan selain pengguna yang bersangkutan.
“Kami tidak melacak lokasi spesifik Anda, tidak menyimpan catatan siapa yang berkirim pesan, dan tidak memantau pesan pribadi yang dikirimkan antara pengguna,” kata pihak WhatsApp, seperti dikutip dari Arabnews, Kamis (19/6/2025).
“Kami juga tidak memberikan informasi secara massal kepada pemerintah mana pun,” tegas WhatsApp.
WhatsApp menyatakan kekhawatiran bahwa laporan tersebut digunakan sebagai alasan untuk memblokir layanan mereka. Mengingat pentingnya aplikasi tersebut bagi masyarakat.
“Kami khawatir laporan palsu ini akan digunakan sebagai alasan untuk memblokir layanan kami ketika orang-orang membutuhkannya,” jelas WhatsApp.
Arabnews juga melaporkan bahwa Iran telah memberlakukan pembatasan sementara pada internet pada hari Jumat lalu, menyebabkan banyak situs dan aplikasi tidak dapat diakses.
Pihak berwenang meminta masyarakat untuk meminimalkan penggunaan perangkat yang terhubung dengan internet dan mengambil langkah pencegahan online yang tepat. Pegawai negeri dan tim keamanan juga telah dilarang menggunakan perangkat yang terhubung selama serangan udara Israel, termasuk smartphone, jam tangan, dan laptop.