Kawasan di Jawa Tengah Ini Menyimpan Potensi Lithium yang Signifikan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa daerah di Jawa Tengah, tepatnya di Bledug Kuwu, Grobogan, memiliki potensi lithium yang cukup menjanjikan.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menyatakan bahwa penelitian mengenai potensi lithium di Bledug Kuwu sudah berlangsung sejak lama. Meskipun demikian, kajian ini masih terus berlanjut hingga sekarang.
“(Potensi lithium) di Bledug Kuwu, ya,” katanya saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Pada pertengahan tahun 2024 lalu, Kementerian ESDM telah bekerja sama dengan perusahaan pertambangan dan metalurgi asal Prancis, Eramet, untuk menggali potensi lithium di kawasan Bledug Kuwu, Jawa Tengah.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan adanya ketertarikan dari perusahaan asing untuk mengeksplorasi potensi ‘harta karun super langka’ berupa mineral lithium di Indonesia.
Koordinator Mineral dari Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin, menyampaikan bahwa mineral langka tersebut berada di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Bledug Kuwu sendiri terkenal dengan fenomena semburan lumpur yang menyerupai Lapindo.
Awaluddin menilai bahwa kandungan mineral lithium di Bledug Kuwu dianggap lebih menarik dibandingkan dengan yang ada di Lumpur Lapindo. Oleh karena itu, pencarian mineral langka ini lebih diprioritaskan di Bledug Kuwu.
“Sebenarnya kajian Bledug Kuwu sudah dimulai sejak 2020, terhenti karena Covid dan dilanjutkan pada tahun 2023 dengan hasil yang menggembirakan,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, mineral lithium saat ini sangat penting untuk kemajuan industri baterai kendaraan listrik. Ia memproyeksikan bahwa permintaan akan lithium akan melonjak hingga 42 kali lipat seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.
“Jika di masa lalu barangnya tersedia tetapi harganya naik sebagai komoditas, kita harus melihat berapa banyak potensi yang ada saat ini termasuk di Kalimantan, Babel, Sumatera, dan Bledug Kuwu. Mungkin dulu tidak terlihat tetapi sekarang semua menggunakan baterai listrik untuk berbagai jenis kendaraan,” ucapnya.