Jakarta, PANGKEP NEWS
Acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 sukses dikunjungi oleh 152.458 orang. Dari jumlah tersebut, 15.552 orang hadir di JICC, sementara 136.906 orang lainnya mengikuti acara ini secara daring melalui berbagai saluran Bank Indonesia.
Antusiasme tinggi dari masyarakat tercermin dari omzet penjualan KKI 2025 yang mencapai angka Rp98,7 miliar. Penjualan langsung di pameran mencapai Rp20 miliar, sedangkan penjualan daring melalui platform KKI menyumbang Rp78,7 miliar.
“Banyak UMKM kita yang berpotensi besar, terutama di bidang makanan, pakaian, fashion, kerajinan tangan, serta produk seperti kopi dan cokelat yang saat ini sangat diminati,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam acara KKI 2025 di JICC, Jakarta, Minggu (10/8/2025).
Di sisi lain, KKI 2025 juga mencatat keberhasilan dalam business matching (BM) ekspor dengan total transaksi Rp168,3 miliar. BM ekspor ini mempertemukan UMKM binaan Bank Indonesia dan kementerian/lembaga dengan 26 pembeli dan agregator ekspor dari 17 negara.
Selain itu, BM pembiayaan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan BM pembiayaan UMKM mencapai Rp224 miliar dan BM pembiayaan UMKM hijau sebesar Rp96 miliar.
Destry menegaskan bahwa KKI 2025 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendorong kemajuan UMKM Indonesia agar lebih tangguh dan mampu bersaing di pasar global. Acara ini digelar dengan kolaborasi dari 24 Kementerian/Lembaga, dan melibatkan lebih dari 1.400 UMKM/pelaku usaha secara langsung dan daring.
“Kami berharap kehadiran KKI dapat menghadirkan berbagai aktivitas inovatif dan memperbanyak kolaborasi internasional, sehingga karya kreatif Indonesia dapat dikenal di panggung global, sesuai dengan visi untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan memperluas pangsa pasar global,” ungkapnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menekankan bahwa UMKM yang naik kelas, berdaya saing, maju, dan inovatif adalah syarat utama untuk memasuki pasar global. Pada tahun 2024, kontribusi UMKM dalam ekspor nonmigas tercatat sebesar 15,7%.
“Bank Indonesia secara konsisten berupaya mendorong UMKM untuk go ekspor, terutama untuk UMKM binaan Bank Indonesia, dengan target mencapai omzet senilai Rp1,4 triliun pada tahun 2024,” ujarnya.
Pencapaian ini terus berlanjut. Pada triwulan pertama 2025, sebanyak 431 UMKM mencatat omzet ekspor sebesar Rp452,5 miliar, meningkat 59,7% dibandingkan tahun sebelumnya.