Prabowo Berencana Tingkatkan Stok BBM RI Hingga 50 Hari
Jakarta – Ahmad Erani Yustika, Sekretaris Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, menyatakan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional akan ditingkatkan menjadi 50 hari, dari yang awalnya hanya 20 hari.
Erani menjelaskan bahwa rencana penambahan stok BBM dalam negeri telah dimasukkan dalam proposal sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto.
“Dalam proposal yang telah kami susun selama sekitar tiga bulan, salah satu tujuannya adalah membangun oil storage tank yang dapat meningkatkan kapasitas ketahanan energi kita. Dari 20 hari minimal bisa mencapai 50 hari,” ujarnya kepada PANGKEP NEWS dalam program Economic Update, seperti dikutip pada Rabu (4/6/2025).
Saat ini, jika dibandingkan dengan negara tetangga, ketahanan BBM Indonesia berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sebagai contoh, Singapura memiliki ketahanan BBM hingga 90 hari, Vietnam 80 hari, dan Thailand 67 hari.
Jika dibandingkan dengan negara-negara G20, Indonesia tertinggal jauh meskipun masih di atas India.
“Meningkatkan ketahanan energi adalah mandat yang harus segera diwujudkan. Sudah terlalu lama tidak ada langkah nyata untuk meningkatkan ketahanan energi,” jelasnya.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah pembangunan kilang pemrosesan BBM dalam negeri, mengingat Indonesia tidak pernah membangun kilang baru selama hampir 30 tahun terakhir.
“Kita juga membangun refinery terakhir pada tahun 1996-1997. Sudah hampir 30 tahun. Sementara konsumsi minyak terus meningkat setiap tahunnya. Kita tidak boleh terus bergantung pada negara lain,” tambahnya.
Indonesia juga didorong untuk meningkatkan produksi minyak guna memperkuat ketahanan energi. “Selain itu, kita juga meningkatkan lifting minyak,” tutupnya.