Zelensky Murka Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Kyiv
Jakarta, PANGKEP NEWS – Semalam, Rusia melancarkan serangkaian besar serangan dengan pesawat nirawak dan rudal balistik yang menargetkan Kyiv, menjadikannya salah satu serangan udara gabungan paling masif di ibu kota Ukraina dalam tiga tahun terakhir. Akibat serangan ini, beberapa bangunan apartemen mengalami kerusakan dan 15 orang terluka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan di media sosial bahwa malam itu merupakan ‘malam yang sulit’ bagi Ukraina. Dia juga meminta sanksi internasional baru untuk menekan Moskow agar menyetujui gencatan senjata.
Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa dia menyaksikan dan mendengar pesawat nirawak melintas di atas Kyiv, diikuti oleh rangkaian ledakan yang mengguncang kota. Suara tembakan dari baterai antipesawat juga terdengar saat berusaha menjatuhkan pesawat nirawak tersebut.
Gambar yang diambil fotografer Reuters menunjukkan cahaya oranye-merah menerangi kota sementara asap mengepul di udara. Di salah satu lantai atas bangunan apartemen, asap dan api terlihat keluar dari jendela balkon sementara petugas pemadam kebakaran berusaha mendekat.
Menjelang pagi, pejabat setempat melaporkan kerusakan di enam distrik Kyiv, dengan total korban luka mencapai 15 orang. Tiga orang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, dan dua di antaranya adalah anak-anak.
Pemerintah militer Kyiv menyebut serangan ini sebagai salah satu agresi pesawat nirawak dan rudal terbesar dalam perang tersebut.
Insiden ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump mendesak Rusia dan Ukraina untuk memulai pembicaraan gencatan senjata guna mengakhiri konflik, tetapi menolak usulan Eropa untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia.
Halyna Tatarchuk, seorang pensiunan berusia 63 tahun, menceritakan bahwa dia dan suaminya berlindung di koridor saat pesawat nirawak menghantam gedung apartemennya. Setelahnya, mereka mengungsi ke tempat perlindungan bom di sekolah terdekat, dan kembali saat fajar untuk melihat kerusakan. Semua jendela apartemennya pecah, dan lantai terisi pecahan kaca.
Di jalanan, pepohonan rusak akibat ledakan, dan kaca mobil pecah. Pekerja kota menggunakan ekskavator mini untuk membersihkan puing-puing dari tanah.
Angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah menembakkan 14 rudal balistik dan meluncurkan 250 pesawat nirawak jarak jauh, dengan Kyiv sebagai target utama. Serangan ini mengikuti beberapa hari serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap sasaran di Rusia, termasuk di Moskow.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah berjanji untuk merespons serangan ini.
Beberapa jam sebelum serangan tersebut, Rusia dan Ukraina saling menukar beberapa ratus tahanan, sebuah langkah yang menurut Trump bisa menjadi awal kemajuan dalam pembicaraan damai.
Negosiator Rusia menyatakan sedang mempersiapkan memorandum yang bisa menjadi titik awal untuk putaran pembicaraan damai berikutnya. Namun demikian, belum ada tanggal atau lokasi yang disepakati.
‘Rusia belum mengirimkan ‘nota perdamaian’-nya. Sebaliknya, mereka mengirimkan pesawat nirawak dan rudal yang mematikan ke warga sipil,’ tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di Telegram.
Di platform yang sama, Zelensky mengungkapkan bahwa serangan Rusia ini adalah bukti bagi dunia bahwa Rusia menghalangi perdamaian. ‘Hanya sanksi tambahan terhadap ekonomi utama Rusia yang akan memaksa Moskow menyetujui gencatan senjata.’
Rusia sendiri menyatakan komitmen untuk mencari solusi damai, tetapi menegaskan bahwa Kyiv harus menerima kenyataan bahwa Rusia menguasai sebagian wilayahnya, dan tidak boleh digunakan sebagai ancaman bagi Rusia oleh negara-negara Barat.
Sabtu lalu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pasukannya telah merebut permukiman Stupochki, Otradne, dan Loknia di wilayah Donetsk dan Sumy, Ukraina.