Zulhas Mengungkap Pernah Diprotes Dunia Saat Menjabat Mendag Karena Ini
Jakarta, PANGKEP NEWS – Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menyatakan bahwa dirinya sempat mendapat protes dari hampir seluruh negara di dunia terkait prosedur sertifikasi halal di Indonesia. Menurutnya, dunia internasional mengeluhkan bahwa sertifikasi halal dianggap menghambat kegiatan perdagangan.
“Selama dua tahun saya menjadi Menteri Perdagangan, hampir seluruh dunia mengeluh. Pengeluaran sertifikat halal oleh Indonesia dianggap sebagai hambatan. Terakhir, Amerika Serikat juga mengeluhkan hal yang sama terkait sertifikat halal,” ujar Zulhas dalam acara Kumparan Halal Forum di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Meski begitu, Zulhas menekankan bahwa permasalahannya bukan pada sertifikat halal itu sendiri, melainkan pada proses birokrasi di balik penerbitannya yang dianggap rumit dan tidak efisien.
“Sebenarnya bukan sertifikasi halalnya yang menjadi masalah, tetapi birokrasi kita yang saat ini perlu perbaikan. Sehingga di pasar luar negeri, seolah-olah kita menghambat perdagangan. Kendalanya terkadang pada prosedur, administrasi, siapa yang dihubungi, dan lain-lain yang membuatnya sulit,” ungkapnya.
Zulhas juga tidak memungkiri bahwa persoalan birokrasi ini telah lama mengakar di banyak sektor, tidak hanya pada sertifikasi halal. “Apa pun itu, ruwet, rumit, bertele-tele, dan berputar-putar,” katanya.
Ia menyebutkan, selama tujuh bulan menjabat sebagai Menko, dirinya berusaha memangkas berbagai prosedur yang tidak efisien. “Petani harus mendapatkan pupuk dengan 600 tanda tangan. Kapan mereka menerimanya? Itu yang saya pangkas. Sekarang pupuk tersedia saat masa tanam, dan produksi kita melimpah,” jelas Zulhas.
Dalam konteks sertifikasi halal, Zulhas mendorong penggunaan pendekatan yang lebih sederhana dan kolektif, terutama untuk pelaku UMKM. Ia mencontohkan inisiatifnya saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
“Misalnya, saya membentuk asosiasi, seperti asosiasi pedagang bakso, yang diberikan satu sertifikat, dan semua mendapatkannya. Jadi sekali sertifikasi bisa mencakup seribu pedagang bakso,” katanya memberi contoh.
Menurutnya, inti dari sertifikasi halal bukan hanya tentang administrasi, tetapi juga manfaatnya yang luas untuk semua pihak. “Intinya bukan pada pengurusannya, kan. Intinya adalah substansinya yang baik untuk produsen, konsumen, dan kita semua,” sebut dia.
Zulhas juga mengingatkan pentingnya membangun ekosistem halal yang kompetitif dan berkelanjutan, terutama karena Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. “Saya yakin kita bisa menjadi pemain penting di bidang ini,” pungkasnya.