6 Alasan Mengapa Trump Menyukai Suku Bunga Rendah
Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan ketertarikannya terhadap suku bunga yang rendah. Ia mendesak The Federal Reserve (The Fed) untuk memotong suku bunga sebagai respons terhadap ancaman perlambatan ekonomi dan kenaikan inflasi yang disebabkan tarif.
Namun, ketidakpastian yang meluas membuat The Fed lebih sulit untuk mengakhiri kebijakan penahanan terhadap pemangkasan suku bunga.
Trump menginginkan suku bunga lebih rendah untuk mengurangi perlambatan ekonomi yang sulit dihindari, karena kebijakan tarifnya meningkatkan biaya konsumen dan menghambat perdagangan internasional.
Di sisi lain, Powell berhati-hati untuk tidak terlalu cepat memangkas suku bunga karena khawatir inflasi akan melonjak kembali. Powell juga waspada karena kebijakan tarif Trump belum pernah terjadi sebelumnya sehingga hasilnya sulit diprediksi.
Pada minggu lalu, Presiden Trump memperbarui seruannya kepada Ketua The Federal Reserve Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga, setelah melihat laporan dari perusahaan penggajian ADP yang menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja di bulan Mei.
“Angka ADP telah keluar, sudah waktunya bagi Powell untuk menurunkan suku bunga. Dia tidak dapat dipercaya. Eropa sudah menurunkan sembilan kali,” ujar Trump dalam posting di Truth Social.
ADP melaporkan pada Rabu (4/6/2025) bahwa pertumbuhan penggajian swasta AS lebih rendah dari perkiraan pada Mei, hanya bertambah 37.000 pekerjaan setelah kenaikan 60.000 pada April yang telah direvisi turun. Para ekonom yang disurvei Reuters memprediksi peningkatan lapangan kerja swasta sebesar 110.000 setelah kenaikan yang dilaporkan sebelumnya sebesar 62.000 pada April.
Data ADP ini dirilis sebelum laporan ketenagakerjaan yang lebih komprehensif dari Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja yang akan dipublikasikan pada Jumat.
Trump, sebagai seorang Republikan, telah mengkritik Powell selama beberapa bulan dengan serangan yang sering kali bersifat pribadi, menyerukan agar ketua The Fed mengundurkan diri, yang berdampak pada saham dan pasar keuangan AS.
Serangan Trump yang terus-menerus ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan independensi bank sentral AS di bawah pemerintahan Trump, meskipun bulan lalu presiden AS menyatakan tidak akan mencopot ketua The Fed sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
PANGKEP NEWS Research telah merangkum alasan utama mengapa Presiden AS Donald Trump sangat mendukung suku bunga rendah.
PANGKEP NEWS RESEARCH