Greta Thunberg Dijadikan Tahanan, Swedia Dituding Bersekongkol dengan Israel
Jakarta, PANGKEP NEWS Indonesia – Pemerintah Swedia mendapat tudingan keras karena dinilai gagal memberikan respon tegas terhadap aksi Israel yang menahan Greta Thunberg bersama sejumlah aktivis lain saat mereka berusaha menuju Gaza, Palestina, untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
“Peristiwa ini benar-benar tidak dapat diterima,” ujar aktivis Swedia Andrew Arendt Wegerif, salah satu anggota dari Ship to Gaza Sweden, sebuah organisasi yang berupaya menembus blokade Israel di Gaza, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera, Senin (9/6/2024).
“Israel sekali lagi melanggar hukum internasional dengan menaiki kapal sipil di wilayah perairan internasional,” tambahnya.
Wegerif menuduh pemerintah Swedia dan negara-negara Barat lainnya terlibat dalam tindakan Israel ini.
Dia juga mendesak pemerintah di Stockholm untuk bersuara mendukung Greta Thunberg, yang merupakan salah satu aktivis di atas kapal Madleen yang ditahan oleh militer Israel.
Wegerif berharap bahwa perjalanan Madleen akan meningkatkan kesadaran mengenai “kejahatan perang” di Gaza serta menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak Madleen.
“Pemerintah kita sangat terlibat dan sangat lemah dalam reaksi mereka… oleh karena itu, masyarakat harus mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Swedia mengenai tuduhan tersebut.
Aktivis Swedia, Greta Thunberg, mengaku bahwa dia ditahan oleh militer Israel setelah kapal kargo yang ia tumpangi menuju Gaza dihentikan di perairan internasional.
Kapal kargo tersebut membawa berbagai kebutuhan pokok yang ditujukan untuk membantu masyarakat Gaza yang saat ini berada di bawah penjajahan militer Israel.