Kobaran Api Mengepung, Langit Grand Canyon Memerah Diselimuti Asap
Sebuah kebakaran hutan besar yang melanda sisi utara Taman Nasional Grand Canyon di Amerika Serikat telah meluas hingga lebih dari 8.500 hektare, mengakibatkan kehancuran pada puluhan bangunan bersejarah, termasuk Grand Canyon Lodge. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan publik dan desakan investigasi terhadap Dinas Taman Nasional AS.
Kebakaran yang diberi nama Dragon Bravo ini dimulai oleh sambaran petir pada 4 Juli. Awalnya, api dibiarkan menyala sebagai bagian dari strategi pengelolaan ekosistem hutan. Namun, api kemudian dilaporkan menjadi tidak terkendali, menghancurkan setidaknya 70 bangunan, termasuk kabin turis dan tempat tinggal staf taman. Sekitar 280 pekerja dilaporkan kehilangan tempat tinggal akibat insiden ini.
Gubernur Arizona, Katie Hobbs, segera menuntut penyelidikan independen atas keputusan Dinas Taman Nasional yang membiarkan api berkobar di tengah musim panas yang ekstrem. Sebelumnya, Dinas Taman Nasional mengklaim menggunakan pendekatan ‘kurung dan kendalikan’, strategi yang memungkinkan api membakar secara terkendali untuk mengurangi tumpukan bahan bakar dan menjaga ekosistem. Namun, strategi ini berubah menjadi pemadaman agresif setelah angin barat laut yang tidak terduga pada 11 Juli mendorong api ke arah fasilitas taman.