DPRD Depok Usulkan Kerja Sama dengan Tiongkok untuk Atasi Masalah Sampah
PANGKEP NEWS, DEPOK – Yeti Wulandari, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mempercepat pengelolaan sampah dengan menggandeng mitra dari dalam maupun luar negeri.
Yeti mengapresiasi kelanjutan program pengolahan sampah berbasis maggot (larva dari lalat Black Soldier Fly) yang kini telah berkembang di tiga pusat utama di Kota Depok.
Dia menyebutkan bahwa program ini berasal dari gagasan yang pernah disampaikannya dua tahun lalu dalam rapat pandangan umum DPRD.
"Alhamdulillah, sungguh luar biasa. Dahulu saya menyampaikan pentingnya program maggot ini. Dan sekarang, Pemkot Depok melalui Pak Wali Kota Supian Suri telah menindaklanjuti secara konkret," ujarnya.
Menurut Yeti, program pengolahan sampah berbasis maggot memiliki potensi besar, tidak hanya dalam mengurai sampah organik, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Dia mengungkapkan bahwa DPRD sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan Sampah yang akan memperkuat legalitas dan regulasi untuk program-program semacam ini.
Mengenai penutupan TPA Cipayung yang masih menerapkan sistem open dumping, Yeti menilai kondisi tersebut sudah tidak layak dan harus segera diselesaikan dengan pendekatan teknologi.
"Open dumping tidak bisa dipertahankan. Produksi sampah yang terus masuk tanpa solusi akan menyebabkan bahaya lingkungan yang lebih besar," jelasnya.