Jakarta, PANGKEP NEWS
Di Indonesia, banyak pengusaha yang mengeluhkan menjadi korban pemerasan oleh organisasi masyarakat (ormas) dan preman. Meski demikian, Triyono Prijosoesilo, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai kejadian serupa di sektor mereka.
“Berkenaan dengan ormas atau preman, sejauh ini di sisi industri minuman ringan, kami belum melihat langsung. Sebagian besar anggota kami telah lama beroperasi di Indonesia,” ungkap Triyono kepada wartawan, Rabu (14/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa industri makanan dan minuman umumnya sudah memiliki fasilitas publik sendiri dan bersifat ramah terhadap masyarakat sekitar. Oleh karena itu, tidak ada ormas yang meminta jatah, katanya.
“Mereka telah membangun fasilitas publik dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Itu berlaku bagi pemain lama, namun bagi investor baru mungkin ada, tetapi kami belum melihatnya langsung,” tambahnya.
Sebelumnya, banyak pengusaha merasa resah dengan meningkatnya aksi ormas dan premanisme yang mengganggu aktivitas industri dan sering kali meminta uang secara tidak wajar.
Akibatnya, dampak yang dirasakan cukup besar, terutama bagi investor asing yang menjadi kurang tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia. Padahal, pemerintah telah berupaya keras menarik minat investor untuk masuk ke dalam negeri.