Diam-Diam AS Kirim Jet F-15 ke Samudra Hindia, Ada Apa?
Jakarta, PANGKEP NEWS – Amerika Serikat meningkatkan kesiagaan militernya di wilayah Samudra Hindia dengan mengirimkan jet tempur F-15 ke Diego Garcia, sebuah pulau strategis milik Inggris yang digunakan sebagai pusat operasi militer gabungan AS-Inggris.
Langkah ini diambil untuk melindungi aset militer penting di pulau tersebut, termasuk pesawat pengebom B-52H dan aset lainnya, di tengah ancaman yang meningkat dari Iran dan sekutunya di Timur Tengah.
Juru bicara Komando Indo-Pasifik AS, CDR Matthew Comer, menyatakan kepada The War Zone bahwa pengerahan F-15 bertujuan untuk “perlindungan kekuatan.” Meskipun tidak disebutkan jumlah pastinya, laporan The War Zone menyebutkan bahwa setidaknya empat jet F-15 telah dikirimkan ke Diego Garcia.
Pulau Diego Garcia, bagian dari British Indian Ocean Territory (BIOT), dikenal sebagai salah satu pangkalan militer paling strategis di dunia.
Pulau ini menjadi basis bagi berbagai operasi militer AS, termasuk Operasi Space Force, pelabuhan kapal Angkatan Laut AS, skuadron Sealift Command, serta pangkalan udara untuk pesawat pengebom dan pengisian bahan bakar.
Selain itu, The War Zone melaporkan bahwa enam pembom siluman B-2 Spirit telah tiba di pulau ini sejak Maret lalu untuk misi melawan milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Meskipun Diego Garcia terletak di lokasi terpencil, laporan menunjukkan bahwa Iran menjadi ancaman nyata, terutama dengan kemampuan peluncuran rudal balistik dan jelajah dari kontainer pengapalan standar, sebuah taktik baru yang menyamarkan peluncuran militer dari aktivitas sipil.
Iran juga telah mengembangkan drone kamikaze jarak jauh yang dapat menyerang target jauh di luar Teluk. Dengan ancaman ini, pengerahan F-15 oleh AS dianggap sebagai langkah preventif untuk memperkuat pertahanan asetnya sebelum potensi konflik meningkat.
Selain F-15, citra satelit terbaru yang dianalisis oleh The War Zone menunjukkan keberadaan lima pesawat tanker KC-135, satu pesawat kargo C-17, dan satu pesawat sipil putih yang diduga digunakan untuk operasi militer.
Belum diketahui secara pasti apakah jet yang dikirim adalah F-15C/D Eagles, yang dalam proses dipensiunkan oleh AU AS, atau varian F-15E Strike Eagles yang masih aktif dalam operasi tempur.
Sebelumnya, AS melaksanakan kampanye militer bernama Operation Rough Rider melawan milisi Houthi di Yaman, yang sering menyerang kapal dan pesawat AS.
Selama operasi ini, milisi Houthi menembak jatuh setidaknya tujuh drone MQ-9 Reaper milik AS, dan menargetkan kapal perang seperti USS Harry S. Truman, yang kehilangan dua pesawat F/A-18 dari dek kapalnya.
Namun, Presiden Donald Trump baru-baru ini mengumumkan penghentian sementara kampanye pengeboman terhadap Houthi. Meski demikian, ia tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer kembali terhadap kelompok bersenjata yang didukung Teheran.