Kebiasaan Umum Masyarakat RI yang Bisa Menyebabkan Kemiskinan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Sebelum memulai investasi, menabung sering dianggap sebagai langkah awal dalam perencanaan keuangan. Namun, Lo Kheng Hong, sosok investor saham berpengalaman yang kerap disebut sebagai Warren Buffett dari Indonesia, memiliki pandangan berbeda. Ia dengan tegas menyatakan bahwa menyimpan uang di bank dapat menjadi merugikan dalam jangka panjang.
“Menyimpan uang di bank sebenarnya mengikis nilai kekayaan kita secara perlahan karena nilai uang terus menurun dari waktu ke waktu,” ujar Lo Kheng Hong saat berbicara di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), dikutip Minggu (1/6/2025).
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan ketidaktertarikannya terhadap instrumen investasi lain seperti obligasi dan emas. Menurutnya, bunga atau imbal hasil dari obligasi tidak cukup besar dan kurang menarik.
“Saya juga tidak membeli emas,” ungkapnya.
Lo Kheng Hong hanya tertarik pada saham karena terbukti mampu membuatnya kaya dan memiliki aset hingga ratusan miliar. Siapa sangka, dia pernah mendapatkan keuntungan besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR), yang menjadi titik awal keberhasilannya dalam investasi saham.
Ia mengungkapkan alasan utamanya berinvestasi di saham, terutama di Indonesia. “Bursa saham Indonesia memberikan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama dunia bagi investor jangka panjang. Ini sudah terbukti! Saya bersyukur menjadi bagian darinya,” kata Lo Kheng Hong.
Sampai saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% warga Indonesia tidak percaya bahwa investasi saham adalah pilihan terbaik. Masyarakat lebih sering menempatkan uang di bank atau membeli properti dibandingkan membeli saham.
Lo Kheng Hong dikenal sangat teliti dan mampu menghabiskan waktu lama untuk membaca laporan keuangan. Usaha yang dia lakukan dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan betapa berhati-hatinya dia dalam memilih saham untuk investasi.
Pada 1998, Lo Kheng Hong membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu, laba bersih UNTR minus Rp 1 triliun. Namun, pendapatan perusahaan sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun dengan laba operasional sekitar Rp 1 triliun. Lo menilai laba bersih tersebut minus karena fluktuasi kurs.
Ini merupakan awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham. Cerita serupa terulang pada saham-saham lainnya.
Pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), Lo membeli pada harga Rp 1.000 per saham. Kemudian menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000 per saham. Dari saham INKP, Lo berhasil mengantongi keuntungan besar dari Rp 35 miliar menjadi Rp 350 miliar. Semua ini dicapai dalam kurun waktu 1,5 tahun.
Lo berhasil meraup keuntungan hingga 5.900% dari saham UNTR dan 900% dari saham INKP.
Menurut Lo, salah satu kunci kesuksesan sebagai investor saham adalah mampu mengendalikan emosi.