Inilah Tampilan Jet J-10C China Milik Pakistan, 5 Jet India Tertembak
Pakistan mengklaim telah memanfaatkan jet tempur buatan China, J-10C, untuk menghadapi angkatan udara India dalam kejadian pekan lalu. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengonfirmasi hal tersebut saat berbicara di Majelis Nasional. Dalam insiden tersebut, lima jet tempur India dilaporkan jatuh, termasuk satu jet tempur Rafale buatan Prancis.
Seperti yang diungkapkan oleh Dar, ada instruksi khusus untuk menargetkan jet India yang melepaskan muatan. Hal ini mengakibatkan hanya lima jet yang ditembak jatuh. Namun, jika arahannya berbeda, hampir 10 hingga 12 jet bisa saja ditembak jatuh.
Menurut laporan lain, empat jet India lainnya sempat mencoba menerobos wilayah udara Pakistan, namun berhasil dicegat. Meski demikian, pemerintah India menyangkal berita tersebut, menyebutnya sebagai disinformasi.
Konfirmasi dari Dar ini menyebabkan saham perusahaan pertahanan China naik pada hari Rabu, karena Pakistan kini sangat bergantung pada impor senjata dari China, sehingga kemungkinan besar J-10C digunakan dalam operasi tersebut.
Jet J-10C ini dibeli oleh Pakistan dari China pada tahun 2022 dan memperkuat Angkatan Udara Pakistan dalam sebuah upacara di Pangkalan PAF Minhas Kamra di Punjab. J-10C adalah jet tempur segala cuaca yang mampu membawa rudal udara-ke-udara generasi keempat, seperti PL-10 untuk jarak pendek dan PL-15 untuk jarak jauh. Jet ini dilengkapi dengan radar AESA yang lebih besar dibandingkan dengan yang digunakan pada JF-17 Block 3, jet hasil kerja sama Pakistan dan China.
Jumlah jet J-10C yang dimiliki Pakistan tidak diketahui pasti. Namun, ini melengkapi armada Angkatan Udara Pakistan yang sudah mencakup jet JF-17 Thunder dari China, Mirage dari Prancis, dan F-16 milik AS. Harga satu unit J-10C diperkirakan sekitar US$41 juta, sementara satu unit Rafale Prancis bisa mencapai US$115 juta.
J-10C saat ini diproduksi oleh Chengdu Aircraft Corporation (CAC) yang dimiliki oleh negara China. J-10C merupakan pengembangan lanjutan dari J-10 yang pertama kali terbang pada tahun 1998 dan mulai dioperasikan oleh Angkatan Udara China pada tahun 2004.