Jakarta, PANGKEP NEWS
PT Indonesia Airlines Group memberikan tanggapan setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa rencana operasional maskapai Indonesia Airlines di Indonesia tidak akan dilanjutkan dan dianggap sebagai hoax.
CEO Indonesia Airlines sekaligus Executive Chairman dari Calypte Holding Pte Ltd, Iskandar Ismail, mengkritik posisi Kemenhub. Iskandar menegaskan bahwa Calypte Holding, selaku pemilik PT Indonesia Airlines Holding, saat ini sedang dalam persiapan intensif.
“Saat ini, Calypte Holding sebagai pemilik PT Indonesia Airlines Holding sedang menjalankan beberapa proses persiapan. Mulai dari penelitian studi, persiapan tim, hingga negosiasi dengan beberapa lessor pesawat baik dari Asia maupun Eropa,” ujar Iskandar kepada PANGKEP NEWS, Jumat, (23/5/2025).
Iskandar menekankan bahwa persiapan ini memerlukan waktu dan strategi yang tepat. Program ini telah dirancang sejak dua tahun lalu dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Dia juga mengungkapkan bahwa persiapan teknis dan operasional hampir selesai. Dalam waktu dekat, seluruh tim operasional akan tiba di Jakarta untuk memulai proses peluncuran resmi.
Setelah tim tiba, mereka akan memulai diskusi intensif dengan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Investasi, Kementerian BUMN, dan Kemenhub sebagai regulator penerbit izin.
“Komentar dari dirjen perhubungan udara ini sangat disayangkan. Saat ada pelaku usaha yang sedang mempersiapkan investasi besar ke Indonesia, muncul pernyataan seperti ini, yang dapat membuat investor ragu. Ada apa dengan Indonesia? Mengapa mereka bersikap apatis terhadap investasi yang masuk?” ungkap Iskandar.
Ia juga menyebutkan bahwa ada dua negara yang secara aktif menawarkan Indonesia Airlines untuk berbasis di wilayah mereka, karena sebagian investasi Calypte Holding berasal dari negara-negara tersebut.
Namun, Iskandar memilih memprioritaskan peluncuran Indonesia Airlines di tanah air terlebih dahulu, merasa bertanggung jawab sebagai warga negara Indonesia untuk mewujudkan proyek ini di dalam negeri.
Iskandar memastikan bahwa mereka akan berkonsultasi dengan tim operasional dan hukum setelah tiba di Jakarta pada Senin mendatang, berharap diskusi lanjutan dengan pemerintah akan berjalan konstruktif dan saling mendukung.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa rencana operasional maskapai Indonesia Airlines di Indonesia tidak akan berlanjut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, bahkan menyatakan bahwa kabar masuknya Indonesia Airlines ke Indonesia hanyalah berita bohong.
“Tidak ada kelanjutannya. Hoax itu hoax, tidak jelas,” tegas Laisa saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/5/2025).